Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 20:3 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 20:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dan mencampakkan dia ke dalam lubang yang tiada terduga dalamnya itu, lalu menutup lubang itu, dan membubuh meterai di atasnya, supaya tiada ia menyesatkan segala bangsa lagi, sehingga genap seribu tahun itu; kemudian daripada itu tak dapat tiada ia akan dilepaskan kelak sedikit masa lamanya.
Wahyu 20:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 20:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Daniel 6:17 (IDN) »
(6-18) Kemudian dibawa oranglah akan sebuah batu, dibubuhnya pada mulut keleburan itu dan dimeteraikan baginda akan dia dengan cincinnya dan dengan cincin segala menterinya, supaya karena sebab Daniel itu satupun tiada dilainkan.

Wahyu 20:1 (IDN) »
Maka aku tampak pula seorang malaekat turun dari langit memegang anak kunci pintu lubang yang tiada terduga dalamnya, dan suatu rantai besar di dalam tangannya;

Wahyu 17:8 (IDN) »
Adapun binatang yang engkau tampak itu dahulu ada, sekarang tidak; maka ia tengah hendak naik dari dalam lubang yang tiada terduga dalamnya itu, lalu masuk ke dalam kebinasaan. Segala orang di dunia, yang tiada tersurat namanya di dalam kitab hayat itu daripada asas dunia ini, akan menjadi heran apabila mereka itu melihat binatang, yang dahulu ada, dan sekarang tidak, dan yang akan datang lagi.
Wahyu 20:3 (IDN) – Ringkasan Editorial
Ayat ini berada dalam bagian wahyu tentang penghakiman besar dan pembinasaan kejahatan. Di sini malaikat menahan iblis di lubang yang tiada tepinya, menutup pintu penjara itu, dan membubuhkan meterai atasnya, agar tiada ia menyesatkan bangsa-bangsa lagi sampai genap seribu tahun lamanya. Setelah masa itu, dikatakan ia akan dilepaskan sebentar. Gambaran ini menegaskan tujuan Allah untuk meredam kejahatan secara tegas sementara umat-Nya hidup dalam kerajaan Kristus, hingga waktu yang telah ditetapkan.
Ayat dalam konteks pasal
Pasal 20 memaparkan serangkaian tindakan ilahi yang mengakhiri dominasi setan di bumi untuk suatu periode pembaruan. Dan malaikat melemparkan iblis ke lubang yang tiada terduga dalamnya itu—yaitu penjara roh jahat yang efektif dan final—lalu menutupnya dan membubuhkan meterai untuk mencegahnya menyesatkan bangsa lagi. Tujuan utama adalah menjaga kemurnian masa kerajaan seribu tahun, saat Kristus memerintah umat-Nya secara nyata. Setelah masa itu, iblis akan dilepaskan untuk ujian terakhir atas umat manusia, sebagai bagian dari nubuatan yang menyiapkan penyelesaian sejarah di hadapan Allah.
Pokok pelajaran rohani utama
Perbandingan dengan bagian lain dalam Alkitab
Beberapa bagian membantu menguatkan makna ayat ini:
Aplikasi praktis bagi kehidupan iman
Pemazmur juga diajak untuk melihat realita kekuasaan Allah yang nyata atas kejahatan. Ketika kita hidup dalam masa yang terbentang antara penahanan iblis dan ujian terakhir, kita dipanggil untuk hidup dalam ketaatan kepada Kristus, berpegang pada janji-Nya, dan berperang melawan godaan dengan firman-Nya. Masa seribu tahun menekankan bahwa damai Allah dimaksudkan untuk membangun komunitas yang hidup untuk kebenaran dan kasih, bukan untuk melarikan diri dari realitas dunia.
Ringkasan inti
Wahyu 20:3 menegaskan bahwa Allah secara mutlak mengendalikan jalannya kejahatan melalui penahanan iblis, menyiapkan masa pemerintahan Kristus yang nyata, lalu memberikan masa ujian terakhir sebelum penyelesaian historis. Ayat ini menguatkan pengharapan jemaat: meski kejahatan terus muncul, Allah telah menetapkan batasnya dan memerintah dengan tujuan yang penuh kasih dan keadilan.
Catatan kaki editorial
Kutipan langsung dari tokoh-tokoh pengulas publik-domain yang relevan (jika ada):
Matthew Henry dan Adam Clarke sering menekankan arti kekuasaan ilahi atas iblis serta masa damai pemerintahan Kristus; mereka menyoroti perlunya kesiagaan rohani meski ada harapan dalam rencana Allah. (Ringkasan intisari, tidak menyalin kata-per-kata kecuali bagian yang disebutkan secara eksplisit di bagian teks.)