Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 20:5 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 20:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi segala orang mati yang lain itu tiada hidup balik sehingga genap seribu tahun itu; maka inilah kebangkitan yang pertama.
Wahyu 20:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 20:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yehezkiel 37:2 (IDN) »
Maka dipimpin-Nya aku keliling pada segala pihaknya; heran, maka adalah amat banyak sekali di atas tanah lembah itu; heran, maka semuanya kering sekali.

Lukas 14:14 (IDN) »
maka berbahagialah engkau kelak, sebab tiada apa hendak dibalaskannya kepada engkau; karena engkau dibalas pada hari kebangkitan orang benar."

Wahyu 20:5 dalam Konteks Wahyu yang Baru
Ayat ini muncul dalam bagian Wahyu tentang pemerintah Allah yang berlangsung di atas bumi, terkait dengan kebangkitan orang saleh dan penghakiman. Ayat 5 secara khusus menegaskan bahwa "segala orang mati yang lain itu tiada hidup balik sehingga genap seribu tahun itu," yaitu kebangkitan yang pertama. Secara konteks, Yohanes menyinggung dua kebangkitan: kebangkitan pertama bagi mereka yang beroleh mahkota pengharapan di dalam Kristus, dan kebangkitan kedua bagi semua yang tidak menerima Kristus pada penghakiman terakhir. Akhirnya, masa seribu tahun dipakai untuk menegaskan pola kerajaan Allah yang mengikat kematian dan kebangkitan dalam urutan ilahi yang pasti.
Makna utama ayat
Ayat ini menegaskan bahwa kebangkitan pertama tidak mencakup semua orang mati, melainkan mereka yang berkemenangan melalui iman kepada Kristus. Ini menegaskan perbedaan eskatologis antara orang-orang yang hidup dalam pengharapan Kristus dan mereka yang tidak. Struktur waktu seribu tahun di sini bukan sekadar angka literal, melainkan periode damai dan pemerintahan Kristus atas umat‑Nya sebelum penghakiman terakhir.
Tema utama
Rujukan silang yang relevan
- Yohanes 5:28-29: Kebangkitan bagi yang berbuat baik dan bagi yang berbuat jahat ada dalam waktu yang berbeda, sesuai dengan kehendak Allah. Penegasan bahwa ada dua kebangkitan terkait dengan dua arah hidup yang berbeda.
- 1 Korintus 15:20-26: Kebangkitan Kristus sebagai “yang sulung dari orang-orang yang telah hidup” dan bagaimana semua orang akan diperbaharui pada akhirnya. Menguatkan gagasan kronologi keselamatan dan kebangkitan dalam rencana Allah.
- Wahyu 19:11-16; 21:1-4: Gambaran kekuasaan Kristus dan pembaruan bumi sebagai konteks besar dari masa seribu tahun dan pengadilan terakhir.
Refleksi praktis
Ayat ini mengajak pembaca untuk melihat hidup sekarang dengan pandangan kekal: bukti iman yang bertahan di tengah cobaan, dan kesetiaan kepada Kristus yang meneguhkan pengharapan akan kebangkitan yang membawa keadilan sepenuhnya. Dalam praktiknya, hidup sebagai umat percaya berarti menegakkan nilai Kekudusan dan belas kasih di tengah dunia yang fana, sambil menantikan penyataan penuh rancangan Allah pada masa depan.
Intisari singkat
Kebangkitan pertama yang disebut ayat ini menandai dimulainya pemulihan ilahi bagi orang percaya, dalam sebuah masa seribu tahun pemerintahan Kristus, sebelum kebangkitan dan penghakiman terakhir bagi semua orang. Ayat ini menekankan urutan keselamatan dalam rencana Allah dan memberikan harapan bagi hidup kekal yang berlandaskan iman kepada Kristus.
Kutipan singkat dari penafsir klasik (singkat, jika relevan)
Menurut catatan penafsir klasik publik domain, fokus berpusat pada maksud wahyu mengenai dua kebangkitan dan masa seribu tahun sebagai pola pemerintahan Kristus; tidak ada kutipan panjang yang diperlukan di luar konteks teks utama.