Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 20:10 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 20:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka Iblis yang menyesatkan mereka itu tercampaklah ke dalam laut api dan belerang itu, di tempat binatang dan nabi palsu itu ada, maka mereka itu akan terkena siksa siang malam selama-lamanya.
Wahyu 20:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 20:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 25:41 (IDN) »
Kemudian Raja itu pun akan bertitah kepada mereka itu yang di sebelah kiri-Nya: Undurlah dari hadapan-Ku, hai laknat, masuklah ke dalam api neraka yang kekal, yang disediakan bagi Iblis dan segala pesuruhnya.

Wahyu 19:20 (IDN) »
Maka binatang itu pun tertangkaplah beserta dengan nabi palsu yang sudah mengadakan beberapa tanda ajaib di hadapannya. Dengan itu ia menyesatkan segala orang yang bertanda binatang itu, dan yang menyembah patungnya; maka keduanya itu dicampakkan hidup-hidup ke dalam laut api yang bernyala dengan belerang;

Wahyu 20:14 (IDN) »
Maka maut dan alam maut itu pun dicampakkanlah ke dalam laut api itu; inilah mati yang kedua, yaitu laut api.
Gambaran Penghukuman Kekal: Iblis, Binatang, dan Nabi Palsu dalam Wahyu 20:10
Gambar utama Wahyu 20:10 adalah puncak dari evaluasi moral kosmik: Iblis yang menyesatkan manusia akan dicampakkan ke dalam laut api dan belerang, tempat binatang dan nabi palsu berada, dan di sana mereka akan mengalami siksaan siang malam selama-lamanya. Ayat ini menegaskan keadilan Allah atas kejahatan yang menipu manusia dan menegaskan bahwa kekuatan kejahatan tidak akan bertahan melawan kekuasaan Kristus yang akhirnya dinyatakan.
Pandangan konteks sastra
Ayat ini muncul dalam bagian epilog Wahyu yang menggambarkan penghakiman terakhir dan pembaruan langit serta bumi. Sejak Wahyu 19, kita melihat kemenangan Kristus atas penguasa duniawi; Wahyu 20 mempertegas konsekuensi kekalahan tersebut bagi penimbun kejahatan. Pengusiran Iblis ke “laut api dan belerang” menandai penghukuman final dan perpisahan antara kegelapan dan terang yang abadi.
Makna teologis utama
Cross-references yang relevan
Pertanyaan refleksi
Penguatan gambaran melalu interpretasi klasik
Beberapa penafsir Bapa Gereja dan komentator publik domain merangkum ide bahwa ayat ini menegaskan keutuhan keadilan Allah atas semua kekuatan kejahatan. Tidak ada kompromi pada kebenaran Allah; penghakiman menegakkan integritas moral kosmik, sehingga umat percaya didorong untuk tetap setia sampai akhir.
Kesimpulan singkat
Wahyu 20:10 menegaskan akhir dari tipu daya Iblis dan sekutunya: hukuman kekal dalam laut api dan belerang menegaskan bahwa kekuasaan jahat tidak akan bertahan melawan Kristus yang berkuasa. Ayat ini memotret realitas terakhir bagi manusia: pilihan menolak kasih Allah membawa konsekuensi kekal, sedangkan bagi yang percaya, Allah menawarkan pembebasan dan kemenangan dalam Kristus.
Catatan sumber: sejumlah penafsir klasik menyebutkan bahwa keadilan ilahi bersifat tetap dan tidak berubah, menegaskan bahwa siksaan kekal adalah konsekuensi logis dari penolakan terhadap sumber kehidupan itu sendiri.