Amsal 30:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Pada si lintah adalah dua anaknya, ia ini: Berilah! berilah! bahwa tiga perkara ini tiada tahu kenyang dan empat yang tiada pernah berkata demikian: Telah cukuplah sudah!

Ayat sebelumnya
« Amsal 30:14
Ayat berikutnya
Amsal 30:16 »

Amsal 30:15 Tafsiran ayat Alkitab

Amsal 30:15 (IDN) — “Pada si lintah adalah dua anaknya…”

Imbangan nasihat Amsal 30:15 menempatkan kita di bawah renungan tentang keinginan yang tidak pernah selesai dan kebiasaan manusia yang menuntut lebih. Kutipan tentang lintah dan tiga perkara yang tiada tahu kenyang, mencerminkan gambaran kontras antara kelalaian manusia dan batasan ilahi. Penulis Amsal menempatkan sikap tamak dan serakah dalam konteks pengingat bahwa beberapa hal tidak pernah memuaskan.

setting langsung teks

Ayat ini memulai dengan gambaran metaforis: “Pada si lintah adalah dua anaknya, ia ini: Berilah! berilah!” Lintah menjadi simbol keinginan tanpa batas. Lintah, hewan yang menunggu dan mengisap terus, melambangkan godaan untuk terus mengemis tanpa pernah merasa kenyang. Ayat berikutnya menyebut empat perkara yang “tiada pernah berkata demikian: Telah cukuplah sudah!”—menarik garis batas bagi kebutuhan manusia yang seharusnya dipangkas oleh kebijaksanaan Tuhan.

apa yang ditegaskan tentang Allah dan iman

Melalui perbandingan ini, penulis menegaskan batasan ciptaan terhadap kenyang duniawi. Allah menggariskan bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dipenuhi oleh pemenuh kenyataan selain Tuhan. Iman menuntun kita untuk mengenali batas antara kebutuhan yang sah dengan keinginan yang berlebihan. Tuhan tetap setia menyediakan yang cukup bagi yang hidup dalam ketergantungan kepada-Nya, sehingga dorongan untuk “berilah” tidak berujung pada pemborosan melainkan keadilan dan kesejahteraan sesama.

kosa kata dan gambaran penting

  • Lintah sebagai simbol keinginan yang menghisap tanpa merasa cukup—mengajar kita untuk membatasi keinginan diri.
  • Berilah! berilah! menggambarkan dorongan berlebihan yang sering menuntut penjelasan dari dirinya sendiri tanpa syarat.
  • Telah cukuplah sudah! menggambarkan kerapuhan godaan yang mengaku puas, namun pada kenyataannya tidak memuaskan jiwa.

hubung-hubungan Alkitab yang relevan

Beberapa ayat lain memperlihatkan tema serupa tentang kepuasan dan ketergantungan pada Tuhan:

  • Pengkhotbah 5:9–12 — memahami bagaimana kekayaan, meskipun bertambah, tidak selalu membawa kepuasan sejati karena ketamakan bisa menambah beban hidup.
  • Matius 6:25–34 — nasihat tentang mengutamakan kerajaan Allah, karena kepuasan sejati tidak ditemukan pada kekayaan atau kelimpahan materi saja.
  • Yeremia 2:13 — manusia menukar Tuhan yang hidup dengan mata air curah yang retak; hanya kepada Tuhan ada kepenuhan hidup yang sejati.

penerapan bagi kehidupan umat percaya saat ini

Sehari-hari kita dihadapkan pada godaan untuk terus-menerus memenuhi kebutuhan dengan cara yang berlebihan atau mengikuti standar dunia tentang “cukup” yang selalu berubah. Pelajaran dari Amsal 30:15 mengajak kita menyelaraskan hasrat dengan hikmat. Maka:

  • Evaluasilah kebutuhan dan keinginan: bedakan antara kebutuhan yang sah dengan keinginan yang berlebihan.
  • Latih syukur dan berbagi: ketika kita merasa terpanggil untuk memberi, kita meluruskan motivasi agar tidak menjadi ketamakan yang mengikat.
  • Temukan kepuasan pada pemeliharaan Tuhan: belajar melihat pemenuhan dari Tuhan lebih daripada kepuasan sementara dunia.

kutipan singkat yang relevan

Beberapa catatan pendapat para komentator terdahulu yang membantu memahami inti nasihat ini:

Matthew Henry menekankan bahwa nasihat ini mengingatkan tentang sifat manusia yang selalu menginginkan lebih ketika tidak mengarahkan hasrat kepada Tuhan (tanpa mengutip panjang). Albert Barnes menyoroti bahwa keberanian untuk berkata cukup tidak datang dari manusia, melainkan dari keseimbangan rohani yang diberikan Tuhan. Adam Clarke meninjau gambar lintah sebagai metafora keserakahan yang tidak pernah memuaskan, mengingatkan kita akan kehati-hatian terhadap hasrat duniawi. Catatan-catatan ini menegaskan bahwa kepuasan sejati hanya ditemukan dalam kehidupan yang mengarahkan semua keinginan kepada Tuhan. (Kutipan singkat dari para komentator tidak menampilkan teks lengkap ayat asli.)

Referensi silang: Amsal 27:20; I Timotius 6:6–8; I Yohanes 2:15–17 untuk memperluas pemahaman tentang bahaya ketamakan dan kepuasan palsu.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Amsal 30:15 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 30:29 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Amsal 30:29 (IDN) »
Bahwa ketiga ini berjalan dengan baik langkahnya, bahkan, adalah empat yang berjalan molek.

Amsal 30:21 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Amsal 30:21 (IDN) »
Sebab tiga perkara ini dunia menjadi kacau, dan akan empat tiada ia tertahan,

Amsal 6:16 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Amsal 6:16 (IDN) »
Maka enam perkara inilah yang dibenci Tuhan, bahkan, ada tujuh yang kebencian kepadanya:

IDN Pilih kitab dalam Alkitab