Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 30:1 Amsal 30:2 Amsal 30:3 Amsal 30:4 Amsal 30:5 Amsal 30:6 Amsal 30:7 Amsal 30:8 Amsal 30:9 Amsal 30:10 Amsal 30:11 Amsal 30:12 Amsal 30:13 Amsal 30:14 Amsal 30:15 Amsal 30:16 Amsal 30:17 Amsal 30:18 Amsal 30:19 Amsal 30:20 Amsal 30:21 Amsal 30:22 Amsal 30:23 Amsal 30:24 Amsal 30:25 Amsal 30:26 Amsal 30:27 Amsal 30:28 Amsal 30:29 Amsal 30:30 Amsal 30:31 Amsal 30:32 Amsal 30:33



Amsal 30:14 (IDN)—Makna Singkat
Ayat ini menggambarkan sekelompok orang dengan gigi-gigi yang tajam seperti pedang dan pisau, siap menghabisi kaum miskin dan orang yang lemah. Inti pesannya adalah peringatan terhadap kejamnya penindasan dan keserakahan yang menindas mereka yang tidak berdaya.
Latar Konteks
Bagian Amsal 30 berisi kata-kata Agur, yang menuliskan ungkapan-ungkapan praktis tentang keadilan, keagungan Tuhan, dan batasan manusia. Ayat 14 menggambarkan ancaman kekejaman sosial yang melekat pada beberapa kelompok yang memiliki kuasa, menyoroti pelanggaran hak-hak kaum miskin di lingkungan mereka. Penekanan pada “gigi… pisau” menunjukkan gambaran kekuatan destruktif yang memberi dampak langsung pada kebutuhan dasar sesama manusia.
Observasi Tafsir
Pengamatan Tema
Cross-References yang Relevan
Penjelasan Ringkas Akar Budaya
Dalam budaya kuno, kesenjangan antara kaya dan miskin dekat dengan amenah kelangsungan hidup. Ancamannya adalah nyata: mereka yang memiliki kuasa menggunakan kekuatan untuk menumpuk harta dengan merampas kebutuhan pokok sesama manusia. Ayat ini mengajak pembaca merenungkan bagaimana keadilan Tuhan menuntut perlindungan bagi mereka yang tidak berdaya.
Relevansi Pribadi
Praktik iman menuntut kita memperhatikan orang-orang yang lapar, mendorong keadilan, dan menolak sikap serakah serta penyalahgunaan kuasa. Jika kita berada dalam posisi kuasa, ajaran ini mengarahkan kita untuk menggunakan hukum dan sumber daya untuk membela mereka yang lemah. Jika kita dalam kelemahan, kita diajak percaya pada pembelaan Tuhan yang benar.
Inti Penutup
Ayat ini mengingatkan bahwa kejahatan sistemik terhadap orang miskin bukan hanya masalah kemanusiaan, tetapi juga masalah spiritual. Hikmat nyata menuntun kita pada empati, keadilan, serta ketundukan kepada Tuhan yang menilai hati dan tindakan manusia.
Catatan singkat tentang kutipan langsung (untuk referensi editorial): Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menawarkan komentar yang menekankan keadilan sosial dan belas kasih, meskipun tidak mengulang teks secara persis di sini. Sq. Henry menekankan moralitas praktis; Barnes menyoroti kekuatan seruan sosial; Clarke menekankan gambaran lebih luas mengenai tindakan mengeksploitasi orang miskin.