Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 26:1 Amsal 26:2 Amsal 26:3 Amsal 26:4 Amsal 26:5 Amsal 26:6 Amsal 26:7 Amsal 26:8 Amsal 26:9 Amsal 26:10 Amsal 26:11 Amsal 26:12 Amsal 26:13 Amsal 26:14 Amsal 26:15 Amsal 26:16 Amsal 26:17 Amsal 26:18 Amsal 26:19 Amsal 26:20 Amsal 26:21 Amsal 26:22 Amsal 26:23 Amsal 26:24 Amsal 26:25 Amsal 26:26 Amsal 26:27 Amsal 26:28



Makna Langsung Amsal 26:24 (IDN)
Orang yang menaruh dengki itu pura-pura dengan mulutnya sambil mereka tipu dalam hatinya.
Latar Konteks dan Pengenalan
Amsal memberi gambaran tentang kejujuran hati dan bahaya sikap munafik. Ayat ini menyoroti kebiasaan orang yang menampilkan kemunafikan lewat kata-kata yang manis di bibir namun didokong niat jahat dalam hati. Dalam budaya kebijaksanaan Palestina-Kristen kuno, konsistensi antara apa yang diucapkan dan apa yang dipikirkan adalah tanda kepercayaan dan integritas.
Interpretasi Kunci
- Munafik secara sengaja menutupi niat sebenarnya dengan bahasa yang menenangkan.
- Rencana batin yang manipulatif berusaha menipu orang lain melalui kata-kata yang terdengar ramah, tetapi tidak mencerminkan kebenaran hati.
- Kebajikan yang sejati menuntut sinkron antara ucapan, sikap, dan niat.
Pandangan Tafsiran Para Penafsir Terkemuka
Sejumlah penafsir publik domain lama menegaskan bahwa mulut yang berbicara manis tanpa hati yang tulus menunjukkan hipokrisi yang merosakkan. Mereka menasihati pembaca untuk menilai tidak hanya apa yang diucapkan orang lain, tetapi juga motif di balik kata-kata itu. Dalam konteks kebijaksanaan Amsal, nasihat ini berfungsi sebagai peringatan tentang bahaya menganggap remeh integritas pribadi dan dampaknya terhadap hubungan komunitas.
Beberapa ringkasan singkat dari comentator klasik:
- Matthew Henry menekankan bahwa hipokrisi hadir ketika kata-kata dipakai untuk menipu hatinya sendiri maupun orang lain.
- Albert Barnes menegaskan bahwa hukum kemurahan hati yang sejati menuntut kejujuran batin lebih dari sekadar tutur kata yang manis.
- Adam Clarke menunjukkan bahwa manusia yang dengki menutupi keinginan jahat dengan bahasa yang nampak ramah, sehingga perlu berhati-hati terhadap tipu daya mulut.
Beberapa Ayat Terkait
Perikop Praktis
Inti Penutup
Ayat ini mengingatkan bahwa kejujuran batin adalah fondasi kepercayaan. Dengki yang disamarkan sebagai kebaikan hanya merusak hubungan dan menimbulkan kekecewaan. Biarlah kata-kata kita mencerminkan hati yang tulus, sehingga kehendak Allah dan keharmonisan komunitas tetap terjaga.