Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 26:1 Amsal 26:2 Amsal 26:3 Amsal 26:4 Amsal 26:5 Amsal 26:6 Amsal 26:7 Amsal 26:8 Amsal 26:9 Amsal 26:10 Amsal 26:11 Amsal 26:12 Amsal 26:13 Amsal 26:14 Amsal 26:15 Amsal 26:16 Amsal 26:17 Amsal 26:18 Amsal 26:19 Amsal 26:20 Amsal 26:21 Amsal 26:22 Amsal 26:23 Amsal 26:24 Amsal 26:25 Amsal 26:26 Amsal 26:27 Amsal 26:28


Amsal 26:10 (IDN)
Banyaklah kesusahan didatangkan atas dirinya oleh orang yang mengupah orang bodoh atau orang yang tiada ketahuan. Ayat ini menyoroti bagaimana keadaan seseorang bisa dipersalahkan atau dipersulit oleh orang yang tidak berhati-hati dalam memilih pekerja, maupun oleh orang bodoh yang tidak dapat diandalkan. Penasehat Bijak kedudukan hukum dan moral mereka yang mengatur tindakan orang lain sering kali membawa keberuntungan atau malapetaka bagi si pelaku sendiri. Pesannya begitu relevan di tengah godaan untuk menyingkat kerja atau memilih jalan pintas, karena hasilnya bisa berputar balik menambah masalah bagi pelaku.
Gambaran umum konteks bab
Amsal 26 adalah bagian dari kumpulan nasihat tentang kebijaksanaan berbicara, mengelola kemarahan, dan menghadapi orang yang membawa masalah. Ayat-ayat seperti ini mengingatkan kita bahwa tindakan sembrono dalam pekerjaan, serta kealpaan dalam menilai orang, membawa dampak tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga pada banyak pihak. Dalam budaya Semit kuno, pekerjaan dan keandalan tenaga kerja sangat dihargai; karenanya menugaskan orang bodoh atau tidak jelas penampilannya bisa menimbulkan kesulitan yang meluas.
Perenungan utama ayat
Pernyataan di sini menekankan akibat dari menugaskan pekerjaan kepada orang yang tidak dapat dipercaya atau kepada orang yang tidak diketahui kapasitasnya. Uang atau hadiah yang diberikan kepada orang yang tidak kompeten akhirnya memperbesar masalah daripada menyelesaikannya. Ini bukan sekadar kritik terhadap individu tertentu, melainkan peringatan kepada pemimpin, pengusaha, dan pelaku pekerjaan untuk berhati-hati dalam memilih tenaga kerja dan dalam menilai potensi seseorang.
Pembacaan dari para penafsir terdahulu
Para penafsir berbahasa Belanda dan Inggris klasik, seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, menekankan bahwa ayat ini menyinggung keadilan praktis dan kehati-hatian dalam administrasi kerja. Mereka melihatnya sebagai ilustrasi bagaimana kealpaan dalam memilih “orang bodoh” atau orang yang tidak jelas kapasitasnya dapat menimbulkan beban yang lebih besar bagi kita. Sifat “orang bodoh” di sini dipahami sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan atau disiplin yang cukup, sehingga pekerjaan menjadi beku atau berbahaya. Dalam catatan-ringkas mereka, inti ajaran adalah kehati-hatian dalam menugaskan tugas yang tepat kepada orang yang tepat untuk mencegah kerugian.
2-3 silang rujukan yang relevan
Penjelasan singkat: ketiga rujukan menegaskan bahwa keberhasilan pekerjaan sangat bergantung pada hikmat dalam memilih orang, perencanaan yang matang, dan dependensi kepada Tuhan dalam menjalankan rencana kita.
Penekanan praktis untuk kehidupan sehari-hari
Pesan inti dan aplikasi
Ayat ini menekankan bahwa keputusan yang sembrono—terutama dalam memilih siapa yang bekerja—dapat membawa akibat yang meluas. Bijaklah dalam menugaskan orang, tetap utamakan keandalan dan integritas, dan selalu bersandar pada hikmat dari Tuhan dalam merencanakan pekerjaan.
Ringkasan
Ayat 26:10 mengingatkan bahwa tindakan ceroboh dalam menugaskan tugas kepada orang bodoh atau tidak jelas kapasitasnya akan mendatangkan lebih banyak masalah. Hikmat praktis dalam memilih tenaga kerja serta pengelolaan pekerjaan sangat penting untuk mencegah beban yang tidak perlu menimpa diri sendiri maupun orang lain.
Quotations from public-domain sources (Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke) are not verbatim here; their general insights are reflected in the interpretation above. Namun frasa-frasa khas mereka yang relevan menekankan kehati-hatian dalam administrasi kerja dan konsekuensi dari penilaian yang tidak akurat.