Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 24:1 Amsal 24:2 Amsal 24:3 Amsal 24:4 Amsal 24:5 Amsal 24:6 Amsal 24:7 Amsal 24:8 Amsal 24:9 Amsal 24:10 Amsal 24:11 Amsal 24:12 Amsal 24:13 Amsal 24:14 Amsal 24:15 Amsal 24:16 Amsal 24:17 Amsal 24:18 Amsal 24:19 Amsal 24:20 Amsal 24:21 Amsal 24:22 Amsal 24:23 Amsal 24:24 Amsal 24:25 Amsal 24:26 Amsal 24:27 Amsal 24:28 Amsal 24:29 Amsal 24:30 Amsal 24:31 Amsal 24:32 Amsal 24:33 Amsal 24:34



Point utama interpretatif
Amsal 24:17 mengingatkan kita untuk menjaga hati ketika melihat keberhasilan musuh atau pesaing kita. Jangan bersukacita atas kejatuhan mereka, maupun merayakan nasib buruk orang yang bersaing dengan kita. hikmat bijaksana menegaskan bahwa pembalasan bukanlah pola hidup orang percaya; sebaliknya, keadilan Tuhan menuntun sikap yang rendah hati dan fokus pada integritas diri, bukan pada kemenangan atas orang lain.
Konteks sastra
Amsal 24 berada dalam bagian nasihat kebijaksanaan yang menargetkan moralitas praktis dalam kehidupan sehari-hari. Ayat ini mengikuti peringatan agar tidak iri hati terhadap orang fasik dan menyoroti pentingnya empati sekaligus keadilan. Secara literer, nasihat ini menggunakan paralelisme kontras: tidak menari di atas kegagalan sesama, karena hal itu mengungkapkan kepasrahan pada hasrat berlebihan untuk membalas atau bersukacita atas kemalangan orang lain.
Signifikansi teologis
Secara teologis, peringatan ini mengeja karakter Allah yang adil dan penuh kasih. Tuhan membongkar tipu muslihat hati manusia; kita dipanggil hidup dalam integritas, percaya bahwa keadilan-Nya pada akhirnya akan terlaksana. Bersukacita karena kejatuhan musuh mengungkapkan ketiadaan kasih dan kenyamanan duniawi, sedangkan hidup dalam kerendahan hati memperlihatkan pengakuan bahwa semua berkat berasal dari Tuhan.
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Pertanyaan refleksi
Ringkasan praktis
Jangan bersukacita atas kejatuhan orang lain, apalagi jika pada akhirnya membuktikan bahwa kita sendiri bisa jatuh. Kemenangan yang sejati adalah hidup setia kepada Tuhan, menjaga hati tetap lembut, dan membiarkan keadilan Allah bekerja dalam waktu-Nya. Dengan demikian, hidup kita mencerminkan kasih Kristus dan integritas yang tak tergoyahkan.
Referensi lintas kitab (singkat)
Beberapa keterkaitan: ada dorongan untuk membiarkan Tuhan membalas (Kisah 5:38-39); ajaran menahan diri dan tidak mudah marah, karena kemarahan tidak membawa kebenaran (Yakobus 1:19-20); serta prinsip tidak membalas kejahatan dengan kejahatan (Roma 12:17-19).
Quotations
Catatan: Tidak ada kutipan penuh dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bentuk frasa panjang di sini. Namun, gagasan umum mereka tentang menjaga sikap hati, tidak bersukacita atas kejatuhan orang lain, dan membiarkan keadilan Tuhan bekerja tercermin dalam penjelasan umum ini. Jika diperlukan, kutipan pendek berikut yang relevan secara umum adalah: "Jangan engkau bersukacita apabila jatuh seterumu" (parafrase makna tema). (Tidak ada kutipan panjang langsung dari ketiganya yang disertakan dalam teks ini.)