Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 24:1 Amsal 24:2 Amsal 24:3 Amsal 24:4 Amsal 24:5 Amsal 24:6 Amsal 24:7 Amsal 24:8 Amsal 24:9 Amsal 24:10 Amsal 24:11 Amsal 24:12 Amsal 24:13 Amsal 24:14 Amsal 24:15 Amsal 24:16 Amsal 24:17 Amsal 24:18 Amsal 24:19 Amsal 24:20 Amsal 24:21 Amsal 24:22 Amsal 24:23 Amsal 24:24 Amsal 24:25 Amsal 24:26 Amsal 24:27 Amsal 24:28 Amsal 24:29 Amsal 24:30 Amsal 24:31 Amsal 24:32 Amsal 24:33 Amsal 24:34



Makna Dasar (Amsal 24:15)
Jangan biarkan hatimu mengintai atau merusak rumah orang benar. Ayat ini menekankan larangan yang tegas terhadap perbuatan hasut, pengintaian, dan tindakan merusak yang menimbulkan kerugian bagi orang tidak bersalah. Maknanya adalah perlindungan terhadap orang benar dari gangguan dan fitnah, serta peringatan agar kita tidak mengambil keuntungan dari kelemahan sesama.
Latar Konteks
Bagian Amsal ini berada dalam khotbah kebijaksanaan yang menasihati hidup saleh, etika kerja, dan keharmonisan komunitas. Ayat sebelumnya serta sesudahnya berbicara tentang kehikmatan dalam mengatur strategi hidup tanpa menindas sesama. Dalam budaya Israel purba, rumah adalah simbol pribadi dan perlindungan, sehingga “mengintai rumah orang benar” berarti memata-matai atau merencanakan gangguan yang merugikan keluarga dan milik mereka.
Observasi Penafsir (singkat)
- Menunjukkan bahwa kejahatan tidak hanya fisik; tindakan merusak reputasi atau harta benda juga termasuk tindakan “mengintai”.
- Ada unsur keadilan ilahi: pelaku kejahatan akan menghadapi pembalasan pada waktunya, namun hikmat menasihati kita untuk tidak ikut terlibat dalam kejahatan itu.
Renungan Tema
Artikel Rujukan dan Penjelasan Singkat
Hubungan dengan ajaran kebijaksanaan: Ayat ini sejalan dengan ajaran bahwa tipu muslihat dan fitnah merusak tatanan sosial; hikmat adalah menjaga jarak dari tindakan yang menimbulkan bahaya bagi sesama.
Hubungan dengan perlindungan pribadi dan publik: Rumah dianggap pusat hidup keluarga; perusakan di sana berarti menyerang kesejahteraan keluarga secara langsung.
Referensi Silang (pendek, tanpa kutipan panjang)
1) Amsal 22:24-25 — mengingatkan bahaya persahabatan dengan watak penuh kemarahan; pentingnya jarak dari sikap mengintai yang bisa membakar konflik.
2) Amsal 11:3 — kejujuran memimpin pada jalan yang aman; merugikan orang benar bertentangan dengan jiwa bijak.
3) Amsal 19:5 — tutup mulut bagi pemfitnah; keadilan dituntut bagi yang menuduh secara tidak benar.
Akhir Penafsiran dan Aplikasi Praktis
Ayat ini mengajak pembaca untuk memelihara keadilan sosial dengan menjaga diri agar tidak terlibat dalam pengintaian, fitnah, atau perusakan hak milik orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kita didorong untuk membangun suasana percaya dan saling menghormati, menghindari tindakan balas dendam yang merugikan pihak lain. Jika menghadapi situasi persaingan atau konflik, pilihan bijak adalah mengasah integritas, melaporkan pelanggaran secara tepat, dan membangun ketenangan komunitas melalui keadilan dan empati.
Quotations from public-domain commentators (ringkas):
Matthew Henry menekankan bahwa orang fasik tidak akan diuntungkan dengan merusak rumah orang benar, karena Tuhan menjaga orang-orang benar dan membawa pembalasan-Nya pada waktunya. Albert Barnes menyoroti perlunya integritas pribadi untuk mencegah tindakan keji terhadap sesama. Adam Clarke menekankan bahwa kelakuan jahat terhadap keluarga orang benar adalah pelanggaran hukum moral; kebijaksanaan adalah menjauhi tindakan tersebut.