Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 11:1 Amsal 11:2 Amsal 11:3 Amsal 11:4 Amsal 11:5 Amsal 11:6 Amsal 11:7 Amsal 11:8 Amsal 11:9 Amsal 11:10 Amsal 11:11 Amsal 11:12 Amsal 11:13 Amsal 11:14 Amsal 11:15 Amsal 11:16 Amsal 11:17 Amsal 11:18 Amsal 11:19 Amsal 11:20 Amsal 11:21 Amsal 11:22 Amsal 11:23 Amsal 11:24 Amsal 11:25 Amsal 11:26 Amsal 11:27 Amsal 11:28 Amsal 11:29 Amsal 11:30 Amsal 11:31



Amsal 11:26 (IDN) dalam Konteks
Amsal 11 mencatat pola keadilan dan kemurahan hati dalam masyarakat. Ayat 26 menonjolkan masalah menahan beras—menguasai kebutuhan dasar orang lain—dan konsekuensi moralnya. Dalam konteks kita, beras bukan sekadar pangan, melainkan simbol keadilan ekonomi dan perilaku integritas di antara sesama. Ayat ini menegaskan bahwa menahan kebutuhan orang banyak untuk keuntungan pribadi membawa kutuk sosial, sementara menjual beras dengan jujur membawa berkat bagi kepala yang terlibat.
Tarti utama ayat ini
Inti pesannya ialah: tindakan menahan beras sebagai barang kebutuhan publik adalah tindakan tidak adil yang menimbulkan konsekuensi buruk bagi masyarakat. Sebaliknya, perbuatan menjual beras secara adil dan pantas membawa berkat kepada pihak-pihak yang terlibat. Ayat ini menekankan keseimbangan antara hak milik pribadi dan tanggung jawab sosial, serta pentingnya integritas dalam urusan ekonomi.
Pemikiran inti (tema utama)
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain firman Tuhan menekankan pola yang serupa: - Amsal mengenai keadilan dalam praktik perdagangan dan larangan menipu (misalnya menyatakan bahwa hidup orang jahat menumpuk besar sementara orang benar diberkati melalui kejujuran). - Amsal tentang manfaat takut akan TUHAN mengarahkan kebiasaan perdagangan yang adil dan tidak menyalahgunakan keadaan (berlaku adil terhadap pekerja dan pelanggan). Penjelasan singkat: prinsip-prinsip ini menegaskan bahwa perilaku etis dalam urusan ekonomi tidak sekadar mengikuti hukum manusia, tetapi juga kehendak ilahi yang mengarahkan kesejahteraan komunitas.
Pengaplikasian praktis
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Ayat ini beriringan dengan ajaran tentang kejujuran dalam perdagangan (Amsal lain yang menyoroti penipuan dan keluhuran hati) dan dengan prinsip kemurahan hati kepada yang miskin. Hubungan ini memperkuat gambaran bahwa integritas ekonomi adalah bagian dari hidup takut akan Tuhan.
Refleksi singkat
Menahan beras untuk keuntungan pribadi dapat mengundang keretakan sosial dan hilangnya kepercayaan. Ketika kita memilih keadilan dan kejujuran, kita membangun fondasi komunitas yang lebih kuat dan mendapat berkat yang meluas, baik secara praktis maupun rohani.
Ringkasan
Amsal 11:26 memperingatkan bahaya menahan kebutuhan dasar orang banyak untuk keuntungan pribadi dan menjanjikan berkat bagi mereka yang menjual beras dengan adil. Ayat ini menekankan keadilan ekonomi sebagai bagian dari hidup yang takut akan Tuhan, dengan dampak positif bagi komunitas dan individu.
Kutipan singkat terhadap penafsir bersejarah
Dalam literatur tafsir berbahasa Inggris lama, Matthew Henry menekankan pentingnya kejujuran dalam urusan perdagangan sebagai cerminan integritas rohani. Albert Barnes menyoroti bahwa prinsip ini mengatur hubungan sosial dengan menolak eksploitasim dan memelihara kesejahteraan umum. Adam Clarke menekankan bahwa kelalaian terhadap keadilan ekonomi mengundang kutuk sosial, sedangkan ketaatan membawa berkat.
Catatan: kutipan langsung ringkas dari para penafsir ini dapat ditemukan dalam edisi publik domain mereka, namun kutipan lengkap tidak disajikan di sini.