Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 11:1 Amsal 11:2 Amsal 11:3 Amsal 11:4 Amsal 11:5 Amsal 11:6 Amsal 11:7 Amsal 11:8 Amsal 11:9 Amsal 11:10 Amsal 11:11 Amsal 11:12 Amsal 11:13 Amsal 11:14 Amsal 11:15 Amsal 11:16 Amsal 11:17 Amsal 11:18 Amsal 11:19 Amsal 11:20 Amsal 11:21 Amsal 11:22 Amsal 11:23 Amsal 11:24 Amsal 11:25 Amsal 11:26 Amsal 11:27 Amsal 11:28 Amsal 11:29 Amsal 11:30 Amsal 11:31



Amsal 11:14 (IDN)
Setting segera: Begitu pentingnya bicara yang tepat disorot dalam peribahasa ini. Tanpa nasihat yang bijak dan kata-kata yang berhikmat, bangsa bisa jatuh dalam kekacauan. Namun, ketika pembicara yang bijaksana mendominasi percakapan, keselamatan bagi banyak orang dapat terwujud.
Tetralogi makna kunci
Makna teologis singkat
Ayat ini menyoroti pentingnya hikmat lidah di hadapan Tuhan dan sesama. Di dalam kitab Amsal, nasihat yang baik mencerminkan takut akan Tuhan dan kasih terhadap sesama. Ketepatan kata-kata menunjukkan kepedulian terhadap jalan Tuhan dan kesejahteraan komunitas.
Istilah penting dan gambaran
“Bicara yang baik” menunjuk pada ucap yang membangun, menenangkan, jujur, dan mengarahkan orang kepada kebenaran. “Binasa sebangsa” bukan sekadar kerugian individu, melainkan kehancuran bersama akibat lidah yang tidak terarah. “Dalam kebanyakan pembicara adalah selamatnya” menekankan bahwa kehadiran orang yang bijak berkomunikasi memiliki dampak positif yang luas.
Hubungan Alkitabiah
Sejalan dengan Amsal 12:18 dan Efesus 4:29, where kata-kata yang sembrono bisa menimbulkan luka; tetapi lidah yang membangun membawa perasaan, membangun iman, dan memperkuat komunitas iman. Narasi ini juga beresonansi dengan Yakobus 3 yang menunjukkan kekuatan lidah untuk berkat atau kutuk.
Rujukan silang relevan
Refleksi kontemporer
Di era komunikasi massa dan media sosial, ayat ini mengingatkan kita bahwa kata-kata kita memiliki konsekuensi luas. Berjaga-jaga terhadap ujaran yang memecah belah; pilihlah kata-kata yang memulihkan, meneguhkan persatuan, dan mengangkat martabat sesama. Dalam komunitas gereja maupun kehidupan publik, dialog yang berakar pada kebenaran, empati, dan keadilan menjaga bangsa dari kemerosotan sosial.
Aplikasi praktis
Quotations from classic commentators (ringkas):
Adam Clarke menekankan bahwa lidah yang bijak membawa keseimbangan antara kebenaran dan kasih dalam doa, lazim dipakai untuk menjaga keharmonisan komunitas. Albert Barnes menekankan bahwa kebijaksanaan bicara perlu didasari moralitas Kristen agar tidak menimbulkan bahaya sosial. Matthew Henry menyoroti bahwa kebijaksanaan lidah adalah prasyarat bagi kesejahteraan negara umat percaya.
"Kebijaksanaan lidah menahan kejahatan; kejahatan yang bertumpu pada mulut yang liar meruntuhkan negara." (ringkasan para komentator, tidak kutipan panjang).