Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 3:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwasanya Aku hendak membalas kepadamu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, dan Aku akan menyingsingkan punca kainmu sampai di atas mukamu, dan Aku memperlihatkan ketelanjanganmu kepada segala bangsa dan kemaluanmu kepada segala kerajaan!
Nahum 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 3:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 13:26 (IDN) »
Maka sebab itu juga Aku akan menyingsingkan punca pakaianmu sampai ke atas mukamu, sehingga kelihatanlah kemaluanmu.

Nahum 2:13 (IDN) »
Bahwasanya Aku hendak membalas kepadamu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam; dan Aku akan membakar segala ratanya sampai menjadi asap, dan segala singamu akan dimakan pedang dan Aku akan menghabiskan segala rampasanmu dari atas bumi, dan bunyi suara segala utusanmu tiada akan kedengaran lagi.

Yesaya 47:2 (IDN) »
Ambillah olehmu akan batu kisaran dan kisarkanlah tepung; singkapkanlah tudungmu, uraikanlah ikal-ikal rambutmu, telanjangkanlah betismu dan arung-arunglah sungai.
Setting segera ayat Nahum 3:5
Ayat ini merupakan bagian dari nubuat Nahum terhadap Niniwe, ibu kota kekejaman Asyur. Setelah menggambarkan kehancuran yang akan datang karena kejahatan yang melimpah, Allah memperlihatkan tindakan membalas terhadap kota itu. Frasa “membalas kepadamu” menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan kekerasan dan penindasan tidak terdisia-siakan; firman Tuhan menyatakan bahwa kejahatan manusia akan mendapat pembalasan adil sesuai dengan kekudusan-Nya.
Pelajaran utama tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan dua tema penting: keadilan Allah yang tidak menutupi dosa, dan kedaulatan-Nya dalam mengungkapkan malu dan kehinaan orang jahat. Allah berkuasa membalikkan keadaan; tidak ada siapa pun yang dapat menutupi kefakiran diri mereka di hadapan-Nya. Ketelanjangan di sini bukan sekadar gambaran fisik, melainkan simbol keterbukaan kebejatan moral yang telah terbukti di hadapan bangsa-bangsa.
Penjelasan beberapa kata dan gambaran
Cross-references singkat
Aplikasi bagi kehidupan sekarang
Ayat ini menghantar kita pada dua respons hidup: pertama, percaya bahwa Allah benar-benar membalas kejahatan dengan keadilan-Nya; kedua, menjaga hidup kita agar tidak menertawakan atau meniru tirani orang lain, sebab ketelanjangan moral akan terungkap pada akhirnya. Jangan mengandalkan kekuatan manusia untuk “selamat” dari konsekuensi; serahkan diri pada kasih karunia Tuhan dan hidup dalam integritas yang memuliakan-Nya.
Ringkasan ajaran utama
Dalam bahasan ini, Nahum menegaskan bahwa pembalasan ilahi tidak bisa dihindari bagi kota yang telah melimpah kejahatannya. Allah yang berdaulat akan membukakan aib-amih mereka di hadapan semua bangsa. Pesan ini mengajak pembaca untuk hidup dengan takut akan Tuhan, percaya pada keadilan-Nya, dan menyerahkan upaya pembalasan diri kepada-Nya sambil hidup dalam ketaatan dan belas kasih kepada sesama.
“Membalas kepadamu” menegaskan bahwa Tuhan tidak netral terhadap kekejaman, dan “ketelanjanganmu” menekankan bahwa pembalasan-Nya melibatkan pengungkapan segala kedurhakaan untuk dipermalukan di mata bangsa-bangsa. Dalam kebenaran-Nya, Tuhan membangun jalan untuk pemulihan melalui pertobatan yang sejati.
Referensi seputar tema serupa dalam Perjanjian Lama menunjukkan bahwa pembalasan-Allah terhadap kejahatan tidak pernah bertujuan menghancurkan tanpa tujuan: Allah selalu memanggil manusia kembali kepada-Nya dan memurnikan umat-Nya dari segala kefasadan.