Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 2:13 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 2:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwasanya Aku hendak membalas kepadamu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam; dan Aku akan membakar segala ratanya sampai menjadi asap, dan segala singamu akan dimakan pedang dan Aku akan menghabiskan segala rampasanmu dari atas bumi, dan bunyi suara segala utusanmu tiada akan kedengaran lagi.
Nahum 2:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 2:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 21:13 (IDN) »
Bahwasanya Aku ini lawanmu, hai orang penduduk lembah, hai bukit batu di padang rata! demikianlah firman Tuhan, hai kamu yang berkata begini: Siapa gerangan akan turun kepada kami, atau siapa gerangan akan masuk ke dalam tempat kediaman kami?

Mazmur 46:9 (IDN) »
(46-10) yang memperhentikan perang sampai ke ujung bumi, dan yang memecahkan busur dan mematahkan tombak dan yang membakar habis akan segala rata itu dengan api.

Nahum 3:5 (IDN) »
Bahwasanya Aku hendak membalas kepadamu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, dan Aku akan menyingsingkan punca kainmu sampai di atas mukamu, dan Aku memperlihatkan ketelanjanganmu kepada segala bangsa dan kemaluanmu kepada segala kerajaan!
Nahum 2:13 (IDN)
Ayat ini muncul dalam konteks penghakiman Allah atas Niniwe, ibu kota Asyur, yang telah menindas bangsa-bangsa dan menabur kekejaman. Tuhan menggambarkan kehancuran total yang akan menimpa musuh-Nya: membakar segala ratamu hingga menjadi asap, pedang memakan singamu, dan memusnahkan rampasan serta kegaduhan ulusan musnahnya. Pesan ini menegaskan bahwa Allah berkuasa untuk menindak kekerasan dan kejahatan, membuktikan keadilan-Nya melalui penyerahan yang berat tetapi perlu bagi pemulihan umat-Nya.
Pemaknaan utama
Ayat ini menegaskan bahwa keadilan Tuhan tidak mengabaikan persekongkolan kejahatan. Pembalasan-Nya tidak samar-samar: larangan dan ancaman disampaikan dengan gambaran yang kuat—api, pedang, dan bunyi ratapan. Namun di balik nada hukuman, ada tujuan akhirnya yaitu pemulihan keseimbangan moral di antara bangsa-bangsa dan perlindungan bagi umat Allah yang setia.
Tema-tema kunci
Refleksi teologis singkat
Bagaimana manusia merespons keadilan Allah? Ayat ini mengingatkan umat percaya untuk tidak menormalisasi kekejaman. Firman Tuhan mengajak setiap generasi melihat bahwa keadilan Ilahi meliputi pembalasan terhadap penindasan, tetapi juga memanggil umat-Nya untuk hidup dengan integritas, belas kasihan, dan ketekunan dalam iman, sembari menanti pemulihan-Nya.
Cross-references singkat
- Habakuk 2:8: Penindasan telah menumpuk; pembalasan datang untuk menebus korban. Penjelasan ini menegaskan bahwa Allah bertindak atas ketidakadilan.
- Yesaya 34:8: Hari pembalasan Tuhan ketika kejahatan mendapat balasannya; konteks rohani menggambarkan keadilan matang yang datang dari Allah.
- Mazmur 18:47-48: Allah memberikan pembelaan dan penyelamatan bagi orang benar, menunjukkan kekuatan-Nya dalam menghadapi lawan.
Penutupan singkat
Nahum 2:13 menegaskan kenyataan bahwa Allah secara aktif membawa keadilan atas penindasan. Tugas umat manusia adalah percaya pada rencana-Nya, tetap setia, dan menyaksikan bagaimana pembalasan-Nya mengantar pemulihan bagi bangsa yang teraniaya serta perwujudan kebenaran-Nya di tengah dunia yang rapuh.
Catatan editorial
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke tidak disertakan dalam bentuk kutipan panjang; namun unsur interpretatif mereka dipadukan secara ringkas untuk menggambarkan tema keadilan ilahi dan pembalasan terhadap kekerasan, sebagaimana tercermin dalam publik-domain commentary mereka. Frasa kunci seperti “kedaulatan Tuhan terhadap musuh-Nya” dan “pemulihan umat-Nya melalui penghakiman-Nya” merangkum garis besar pandangan mereka tanpa menyalin teks secara utuh.