Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 3:15 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 3:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka kamu akan dimakan habis juga oleh api, dan ditumpas oleh pedang; kamu akan dimakan habis seperti jengkerik; meskipun kamu bertambah-tambah seperti jengkerik dan berbanyak-banyak seperti belalang!
Nahum 3:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 3:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yoel 1:4 (IDN) »
Barang yang ditinggalkan oleh ulat sentadu itu sudah dimakan oleh belalang, dan barang yang ditinggalkan oleh belalang itu sudah dimakan oleh keridik dan barang yang ditinggalkan oleh keridik itu sudah dimakan oleh riang-riang.

Nahum 2:13 (IDN) »
Bahwasanya Aku hendak membalas kepadamu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam; dan Aku akan membakar segala ratanya sampai menjadi asap, dan segala singamu akan dimakan pedang dan Aku akan menghabiskan segala rampasanmu dari atas bumi, dan bunyi suara segala utusanmu tiada akan kedengaran lagi.

Nahum 3:13 (IDN) »
Bahwasanya segala rakyat di tengahmu itu sudah jadi seperti perempuan; segala pintu negerimu ternganga dari sendirinya kepada musuhmu dan segala kota bentengmu dimakan habis oleh api.
Makna langsung (intisari ayat)
Ayat Nahum 3:15 menggambarkan kehancuran total atas kota Niniweh: api akan memakan habis kota itu, pedang akan menumpasnya, dan serangga seperti jengkerik yang sangat banyak akan menyamai kehancuran, meskipun kota itu bertambah banyak.
Latar konteks singkat
Nahum menulis sebagai nabi yang memberi suara penghakiman atas Niniweh, ibukota Kerajaan Asyur. Surat ini menutup seruan prologiah tentang kutukan terhadap kekejaman dan kesombongan kota itu, menegaskan bahwa hukuman Tuhan tidak bisa dihindari meskipun Niniweh pernah kuat dan berlimpah. Ayat ini merangkum intensitas kehancuran yang akan menimpa kota tersebut sebagai bagian dari keadilan ilahi.
Tafsiran kunci
- Api melambangkan kehancuran yang menyala-nyala dan tidak bisa dipadamkan; hal itu menandai akhir dari sebuah kekaisaran.
- Pedang menekankan penindasan militer yang sangat nyata terhadap musuhnya, menyingkapkan bahwa kekuatan manusia pun berada di bawah kekuasaan Tuhan.
- Jengkerik/belalang mewakili kelimpahan kehancuran yang datang tiba-tiba dan meluas luas, menunjukkan bahwa Tuhan bisa memilih cara-cara yang tidak diantisipasi manusia.
- Frasa “meskipun kamu bertambah-tambah” mengakui kemampuan kota itu untuk berkembang di mata manusia, tetapi tidak bisa menandingi rencana Tuhan yang menentukan akhirnya.
Pandangan dari tafsiran bersejarah (singkat)
Beberapa komentator berpendapat bahwa unsur-unsur gambar ini mengacu pada berbagai alat penghancuran yang beriringan: api untuk pembakaran, pedang untuk penyerangan, dan hama sebagai metafora kehancuran yang meluas. Penggabungan unsur ini menekankan bahwa tak ada perlindungan manusia yang cukup untuk menghindari hukuman ilahi.
Inti tema tematik
Lebih dekat dengan bagian Alkitab terkait
Cross-reference: Imamat 26:25; Habakuk 2:6; Wahyu 18:8. Dalam Imamat 26:25, umat Israel menghadapi permusuhan karena pelanggaran perjanjian, mengingat bahwa konsekuensi Tuhan bisa datang melalui kekuatan asing. Habakuk 2:6 menyinggung bagaimana penindasan akan membangkitkan kemarahan Tuhan terhadap penindasan; Wahyu 18:8 memperlihatkan kehancuran akhirnya sebagai bagian dari proses pemurnian ilahi. Ketiganya menegaskan tema bahwa keadilan Tuhan menyertai perlawanan terhadap hak-Nya.
Penutup praktis yang singkat
Ayat ini mengingatkan umat percaya bahwa kekuatan dunia bersifat sementara. Dalam menghadapi kejatuhan atau ancaman, kita dipanggil untuk menaruh harapan pada kedaulatan Tuhan yang tetap, percaya bahwa Dia membenarkan hak-Nya atas hidup manusia dan mengarahkan proses pemulihan bagi umat-Nya.
Quotations from classic commentators (singkat)
Catatan singkat: Para komentator berbahasa Inggris seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke sering menekankan bahwa gambar-gambar kehancuran ini menegaskan kedaulatan Tuhan atas semua kekuasaan manusia. Kutipan langsung yang relevan hanya disebutkan secara ringkas jika ada dalam karya mereka; tidak ada kutipan lengkap yang disalin di sini untuk menjaga keutuhan teks asli karya publik domain.