Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 3:4 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 3:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa sudah penuhlah takaran zinah perempuan sundal yang amat elok parasnya, yang pandai bermain mata, yang sudah menjual beberapa bangsa dengan zinahnya dan beberapa kaum dengan main matanya.
Nahum 3:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 3:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 47:9 (IDN) »
Sebab itu kedua perkara ini kelak akan berlaku atasmu pada sesaat, pada sehari jua, yaitu ketiadaan anak-anak dan hal janda, maka ia itu akan berlaku atasmu dengan segenap-genapnya, kendatilah segala hobatanmu yang banyak itu dan kebanyakan ramalmu.

Yesaya 47:12 (IDN) »
Maka sekarang marilah dengan segala ramalmu dan dengan kebanyakan hobatanmu, maka dengan dia juga sudah kaupenatkan dirimu dari pada masa mudamu; kalau-kalau engkau mendapat faedahnya, kalau-kalau engkau dapat membetulkan halmu pula!

Yehezkiel 16:25 (IDN) »
Pada hulu segala jalan sudah kauperbuat panggung akan dirimu, dan keelokanmu sudah kaujadikan suatu kekejian, pada masa dengan berkangkang kaki engkau membujuk segala orang yang lalu, dan engkau memperbanyakkan zinahmu.
Nahum 3:4 (IDN) – Latar dan Makna
Ayat ini menempatkan Nahum mengurai keadaan kota Niniwe sebagai gambaran utama dari kehancuran karena kekejaman dan kekerasan moralnya. Dalam Nahum 3, terutama melalui kiasan-kiasan yang penuh gambar, penulis menegaskan bahwa pemandangan kota itu dipenuhi dengan zinah rohani dan kelicikan visual yang menjadi tanda dari kehendak Allah untuk membongkar kejahatan yang sudah memuncak. Ayat 4 menekankan bahwa kekerasan, pergaulan sesat, dan ketergantungan pada kemolekan luar (paras elok) telah membuatnya menonjol sebagai sebuah makhluk yang memamerkan kedurhakaan dengan cara yang begitu menawan secara mata, sehingga menipu bangsa-bangsa dan menimbulkan kerusakan.
Pemahaman tentang kata dan gambaran
Beberapa unsur penting di ayat ini:
Kebenaran yang ditegaskan tentang Allah dalam konteks ini
Nahum menegaskan bahwa keadilan Allah tidak mengabaikan kejahatan materi dan motifnya. Tuhan tidak senang dengan muslihat yang menipu mata manusia; Ia melihat hati dan struktur kejahatan di balik kemolekan tampak luar. Ayat ini menunjukkan bahwa kekuatan ilahi tidak terikat oleh kemegahan kota, melainkan oleh kebenaran dan permintaan pertobatan yang benar.
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian Alkitab yang memberi gambaran serupa tentang tipu daya, keangkuhan, dan pertobatan:
Penjelasan singkat: Ketiga bagian ini menguatkan pola Nahum bahwa kemewahan palsu dan tipu muslihat rohani adalah ancaman bagi integritas manusia, dan Tuhan memanggil pertobatan agar keadilan-Nya tertegak.
Aplikasi bagi kehidupan kita hari ini
Ayat ini mengingatkan kita untuk menguji kemolekan luar dengan standar kebenaran Allah. Tidak cukup terpesona oleh penampilan, kemewahan, atau retorika yang fasih jika isi hati dan tindakan tidak selaras dengan keadilan, kasih, dan kebenaran. Tuhan menuntut hidup yang tidak hanya tampak mewah secara lahiriah, tetapi juga hidup yang benar, adil, dan penuh belas kasih terhadap sesama—termasuk orang-orang terpinggirkan yang mungkin diabaikan oleh kekuasaan duniawi.
Garis besar pendekatan teologis
Dalam tradisi para komentator publik domain yang dirujuk secara umum, pandangan ini menyoroti bahwa tahta Tuhan tidak tergoyahkan oleh kilau dunia. Seorang pembaca diajak melihat bagaimana ketamakan, kediktatoran, dan eksploitasi dapat menipu secara luar biasa, namun Allah akan menilai dan membongkarnya pada akhirnya. Dalam konteks ini, ayat Nahum 3:4 menekankan bahwa kekuatan moral Tuhan menundukkan ketamakan manusia yang tidak merugikan sesamanya.
Catatan kutipan para komentator klasik
Dalam penalaran tradisional, beberapa tutur klasik menegaskan bahwa makna ayat ini menyingkap sifat roh jahat yang tampak menarik. (Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke akan disampaikan jika tersedia, namun tidak ada kutipan lengkap yang disalin dalam teks ini.)