Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 3:14 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 3:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kumpulkanlah air akan dirimu bagi kepungan itu; kuatkanlah segala bentengmu, masuklah ke dalam geluh dan iriklah akan tanah liat; baikilah akan dapur batu.
Nahum 3:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 3:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Nahum 2:1 (IDN) »
Bahwa ia menampil sampai di hadapan matamu, orang yang dari hadapannya terbang semuanya. Tungguilah akan kota benteng! Taruhlah akan orang peninjau di jalan! Ikatlah pinggangmu! Kuatkanlah dirimu seboleh-bolehnya!

2 Tawarikh 32:3 (IDN) »
maka berbicara baginda dengan segala penghulunya dan panglima perangnya hendak menumpatkan segala mata air yang di luar negeri; maka mereka itu sekalianpun menolong baginda.

2 Tawarikh 32:11 (IDN) »
Bukankah Yehizkia juga mengasut kamu, hendak menyerahkan kamu kepada kematian dengan lapar dan dahaga, katanya: Bahwa Tuhan, Allah kita, akan melepaskan kita kelak dari pada tangan raja Asyur itu?
Nahum 3:14 (IDN) - Makna singkat
Maknanya adalah panggilan untuk mempersiapkan pertahanan dengan maksimal: mengumpulkan air bagi kepungan, memperkuat benteng, menambah bahan bangunan dari tanah liat, dan memperbaiki dapur batu. Ayat ini menekankan kesiapan menghadapi serangan kekuatan dan kekacauan yang akan datang, menunjukkan kemiripan bahasa pada masa pertempuran siege dalam konteks kota Niniwe yang ditinggikan oleh musuhnya.
Latar belakang kontekstual
Nahum menubuatkan kehancuran Niniwe, ibu kota Asyur, sebagai hukuman atas kekerasan, kebanggaan, dan penganiayaan yang berlangsung lama. Dalam nubuat ini, pengagungan dirinya dan kekuasaan militer diungkapkan sebagai kebanggaan yang akan runtuh. Ayat ini menggambarkan pola pertahanan kota yang hampir siap untuk menghadapi penghancuran: persiapan air, benteng, bahan bangunan, serta fasilitas dapur—semua elemen yang penting untuk mempertahankan kelangsungan hidup saat kepungan.
Pemaknaan utama
Ayat ini tidak hanya soal strategi militer literal, melainkan juga simbol kesiapan rohani dan moral ketika umat Tuhan mengalami penghakiman. Tuhan menilai bahwa semua persiapan manusia pun tidak mampu menahan murka-Nya terhadap kejahatan yang menumpuk; namun bagi umat yang hidup dalam ketaatan, bagian ini bisa menegaskan pentingnya kesiapan rohani dan bergantung pada pertolongan Tuhan dalam masa-masa ujian.
Tata pikir interpretatif
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa rujukan silang yang relevan menyoroti tema kepungan, penghukuman, dan ketergantungan kepada Tuhan: - Ulangan 28:45-46 menegaskan bahwa kepenuhan kutuk bagi mereka yang tidak taat akan membawa kepungan dan kehancuran; mengingatkan bahwa persiapan manusia tidak menggantikan ketaatan kepada Tuhan.
- Yohanes 15:4-5 mengingatkan pentingnya tetap berakar pada Kristus untuk hidup yang berkelimpahan; kesiapan rohani lebih unggul dari persiapan fisik semata.
- Wahyu 3:20 menguatkan gambar bahwa Tuhan datang untuk tinggal di antara umat-Nya, yaitu respons ilahi terhadap kebutuhan manusia di masa kepungan roh dan dunia; persembahan rohani lebih penting daripada upaya manusia semata.
Pengamatan tematik singkat
Renungan praktis
Dalam hidup kita, fokus utama bukan sekadar menumpuk persediaan atau memperkuat diri secara materi, melainkan menjaga hubungan dengan Tuhan. Ketika kita menghadapi situasi yang menekan, kita diundang untuk mencari arah dan perlindungan-Nya, sambil tetap bertanggung jawab terhadap tanggung jawab kita di bumi.
Cuplikan pendapat para penafsir terdahulu (singkat, tanpa kutipan panjang)
Beberapa pandangan classical menekankan bahwa Nahum memperlihatkan bagaimana keangkuhan suatu kota akan berakhir dalam kehancuran, dan bahwa tindakan manusia—meski dilakukan dengan persiapan teknis—hanya sementara jika tidak bersandar pada kehendak Tuhan. Mereka menyoroti keseimbangan antara persiapan praktis dan kebutuhan rohani yang lebih mendasar.
Penuntun referensi silang
Beberapa referensi terkait dan artinya singkat: - Ulangan 28:45-46: peringatan tentang kutuk jika tidak setia kepada Allah. - Yohanes 15:4-5: hidup dalam Kristus adalah sumber kekuatan sejati. - Wahyu 3:20: Tuhan berkarya di tengah umat-Nya saat menghadapi krisis.
Inti pesan akhir
Nahum 3:14 mengingatkan kita bahwa upaya manusia untuk melindungi diri memiliki batas. Tuhan menantang kita untuk menjaga ketekunan iman, mempercayai penyertaan-Nya dalam keadaan krisis, dan menempatkan ketaatan kepada-Nya sebagai pijakan utama hidup kita.