Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 3:13 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 3:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwasanya segala rakyat di tengahmu itu sudah jadi seperti perempuan; segala pintu negerimu ternganga dari sendirinya kepada musuhmu dan segala kota bentengmu dimakan habis oleh api.
Nahum 3:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 3:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 51:30 (IDN) »
Bahwa segala pahlawan Babil takut berperang; mereka itu duduk di dalam kota benteng, keberanian mereka itu sudah tawar, mereka itu telah jadi seperti perempuan! segala rumahnya sudah dinyalakan orang dan segala kancingnyapun sudah dipecahkan.

Yesaya 19:16 (IDN) »
Pada hari itu juga orang Mesir akan seolah-olah perempuan, maka mereka itu akan gentar dan takut akan gerak tangan Tuhan serwa sekalian alam, yang digeraknya kelak akan melawan mereka itu.

Yeremia 50:37 (IDN) »
Pedang akan datang atas segala kudanya dan atas segala ratanya dan atas segala bangsa kacauan yang di antaranya, sehingga mereka itu selaku orang perempuan; pedang akan datang atas segala harta bendanya, sehingga dijarah rayah akan dia.
Nahum 3:13 (IDN)
Bahwasanya segala rakyat di tengahmu itu sudah jadi seperti perempuan; segala pintu negerimu ternganga dari sendirinya kepada musuhmu dan segala kota bentengmu dimakan habis oleh api.
Setting cepat konteks ayat
Ayat ini berada dalam penyampaian Nahum terhadap kota Niniwe, pusat kekuasaan Asyur yang keras. Nabi Nahum menggambarkan kehancuran yang menimpa kota itu sebagai penghakiman ilahi atas kekejaman, kekerasan, dan kesombongan kerajaan. Gambaran-fanharan ini menekankan bahwa kota kuat sekalipun tidak kebal dari murka Allah yang adil terhadap dosa-dosa besar.
Pengajaran utama tentang Allah dan iman
Ayat menunjukkan bahwa Allah tidak diam menghadapi kejahatan. Ketika kekuatan dunia menindas dan menindas rakyat, Allah bisa menundukkan raja-raja bangga dan membiarkan kehancuran menimpa gereja manusia. Kejutan yang pahit bagi Niniwe bukan sekadar kehancuran fisik, melainkan pengakuan bahwa Allah berdaulat atas sejarah, membangkitkan kebenaran dari kehancuran, dan menyatakan bahwa kekuatan manusia tidak mampu melindungi diri tanpa tunduk pada kehendak-Nya.
Istilah penting dan gambaran
Makna teologis dan kait ayat terkait
Ayat ini mengingatkan bahwa endapan keangkuhan manusia di bawah kekuatan militer akhirnya runtuh di bawah tindakan ilahi. Dalam tradisi para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, pola umum menekankan bahwa kekuatan dunia tidak dapat bertahan jika melayani dosa melampaui batas. Kejatuhan Niniwe disajikan sebagai contoh nyata bahwa Allah memperhatikan penindasan dan membalasnya dengan pembongkaran otoritas yang menimbulkan kehormatan bagi keadilan-Nya.
Cross-references singkat
Hubungan-hubungan ini menekankan bahwa keadilan Allah menuntut pembaruan hati, bukan sekadar perbaikan institusi luar.
Aktivitas sekarang— bagaimana kita menerapkan pesan ini
Ringkasan singkat
Ayat Nahum 3:13 menyajikan gambaran nyaring tentang kehancuran karena keangkuhan dan penindasan. Allah yang adil menilai perbuatan manusia, dan meskipun kekuatan dunia tampak kokoh, akhirnya tidak mampu melindungi diri jika melanggar keadilan-Nya. Pesan relevan bagi masa kini: kekuatan yang tidak tunduk pada Tuhan akan runtuh, dan kita dipanggil hidup dengan rendah hati, menegakkan keadilan, serta bergantung pada hikmat-Nya.
Penafsiran berdasarkan karya para komentator publik domain (tanpa reproduksi teks lengkap): ringkasan ini mengikat pandangan Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke pada prinsip bahwa keadilan Allah menuntut penyesuaian hidup manusia dengan kebenaran-Nya.