Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 3:10 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 3:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kendatilah, ia juga sudah dipindahkan dengan tertawan dan berjalanlah ia dengan tertawan! Dan lagi segala anak-anaknya dihancurkan pada pangkalan segala jalan, dan dilontar oranglah undi atas segala orangnya yang bangsawan, dan diikat oranglah dengan rantai segala orang besar-besarnya.
Nahum 3:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 3:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 20:4 (IDN) »
demikianlah kelak dihalau oleh raja Asyur akan segala orang Mesir yang tertawan dan segala orang Kusy yang dipindahkan, baik tua baik mudapun, dengan telanjang dan tiada berkasut dan kelihatan pantatnya sehingga kemalu-maluanlah segala orang Mesir.

Obaja 1:11 (IDN) »
Pada hari engkau tinggal berdiri melihat-lihat bagaimana orang keluaran yang bengis membawa tentaranya dengan tertawan dan orang helatpun masuk dari pada segala pintu gerbangnya dan dibuangnya undi atas Yeruzalem, maka pada masa itu engkau seperti seorang kawannya.

Hosea 13:16 (IDN) »
(14-1) Bahwa Samaria sudah tenggelam dalam salah, karena ia sudah mendurhaka kepada Allahnya; mereka itu akan rebah mati dimakan pedang, segala kanak-kanak penyusu mereka itu akan dihancurkan dan segala perempuan yang mengandung itu akan dibelah perutnya.
Nahum 3:10 (IDN)
Setting konteks segera: Kitab Nahum mengakhiri nubuat tentang kehancuran Niniwe karena keangkuannya dan kekerasan yang telah dilakukan terhadap umat Allah. Ayat 10 melukiskan kejatuhan kota ini dengan gambaran tawanan, kehancuran pangkalan jalan, dan perlakuan terhadap bangsawan serta orang besar. Gambaran kekalahan seperti ini menekankan kedaulatan Allah atas kerajaan-kerajaan dunia.
Apa yang dipertegas ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan kejahatan tetap menguat. Tuhan membalikkan kekuasaan, menahan raja-raja besar, dan mengalihkan kemuliaan dunia kepada kehinaan. Dalam konteks nubuat Nahum, kebenaran ilahi menuntun pada pemulihan bagi umat Allah yang setia meski menanggung konsekuensi dari tindakan bangsa yang menindas. Keyakinan ini mendorong iman pada keadilan Allah, yang mengetahui setiap penyalahgunaan kekuasaan dan membalasnya pada waktu-Nya.
Penjelasan kata/ gambaran penting
Cross-references yang relevan
Renungan praktis bagi masa kini
Ayah bunda, pemimpin, atau penguasa pun tidak kebal terhadap kedaulatan Allah. Nilai-nilai keadilan, kasih, dan kerendahan hati dipegang sebagai standar hidup; kita diajak percaya bahwa kejahatan tidak akan bertahan lama di mata Tuhan. Dalam menghadapi ketidakadilan, kita dipanggil hidup dalam integritas sambil menyerahkan pembalasan kepada Allah yang maha adil.
Kaitan dengan konteks kitab Nahum
Catatan singkat dari tokoh-tokoh penafsir terdahulu (tanpa kutipan panjang):
Matthew Henry menekankan bahwa teguran Tuhan terhadap bangsa-bangsa bersifat nyata dan tidak bisa dihindari oleh mereka yang menentang-Nya. Albert Barnes menekankan aspek penghakiman yang melibatkan keadilan bagi bangsabangsa. Adam Clarke menyoroti gambaran tawanan dan rantai sebagai simbol kehancuran kekuasaan manusia jika tidak hidup dalam ketaatan Allah.
Peninjau singkat: ayat ini mengingatkan bahwa semua kekuasaan di bumi berada di bawah kendali Tuhan. Ketika manusia menumpuk kekayaan dan kekuasaan tanpa takut Allah, akhir yang sama bisa menimpa mereka. Namun bagi umat Allah, ini memberi kepercayaan bahwa Tuhan mengatur hukum dunia secara adil.