Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 5:1 Matius 5:2 Matius 5:3 Matius 5:4 Matius 5:5 Matius 5:6 Matius 5:7 Matius 5:8 Matius 5:9 Matius 5:10 Matius 5:11 Matius 5:12 Matius 5:13 Matius 5:14 Matius 5:15 Matius 5:16 Matius 5:17 Matius 5:18 Matius 5:19 Matius 5:20 Matius 5:21 Matius 5:22 Matius 5:23 Matius 5:24 Matius 5:25 Matius 5:26 Matius 5:27 Matius 5:28 Matius 5:29 Matius 5:30 Matius 5:31 Matius 5:32 Matius 5:33 Matius 5:34 Matius 5:35 Matius 5:36 Matius 5:37 Matius 5:38 Matius 5:39 Matius 5:40 Matius 5:41 Matius 5:42 Matius 5:43 Matius 5:44 Matius 5:45 Matius 5:46 Matius 5:47 Matius 5:48



Matheus 5:27 (IDN) — Teguran tentang berzinah
Pada bagian awal Khotbah di Bukit, Yohanes mengubah pengertian hukum Taurat dari fokus pada tindakan lahiriah menjadi masalah hati. Ayat ini mengutip perintah klasik: “Janganlah engkau berzinah.” Namun, konteksnya adalah keseimbangan antara hukum dan makna batin, menggeser perhatian dari larangan eksternal semata kepada niat dan hasrat yang menggerakkannya.
Makna inti ayat
Yesus menegaskan bahwa larangan berzinah tidak berhenti pada tindakan fisik, melainkan meluas ke ruang batin. Jika seseorang memandang seorang perempuan dengan niat jahat, ia telah berzinah dalam hatinya. Artinya, kebutuhan untuk menghindari godaan tidak hanya pada perbuatan tetapi juga pada dorongan dalam hati.
Tema-tema kunci
Penafsiran dari tokoh-tokoh berotoritas (ringkas)
Beberapa penafsir terkenal menekankan bahwa Kristus tidak merinci tindakan spesifik semata, melainkan mengajak pembaca melihat akar motif. Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa larangan ini menuntun kita untuk menghindari pandangan dan niat yang mengarah pada tindakan tidak suci. Mereka menekankan perlunya disiplin batin dan perlindungan terhadap diri sendiri dalam komunitas iman.
Referensi silang yang relevan
Beberapa ayat terkait untuk memperkaya pemahaman:
Penjelasan terkait menegaskan bahwa kebersihan hati adalah tujuan hidup Kristen: menjaga pandangan, menghindari godaan, dan meminta pertolongan Tuhan untuk menguatkan tekad hidup suci di tengah godaan dunia.
Refleksi praktis
Ringkasan
Ayat ini mengajak kita melihat lebih dalam: ketentuan Tuhan menyinggung hati dan pandangan, bukan hanya tindakan nyata. Pelajaran praktisnya adalah menjaga hati dari segala dorongan yang bisa menuntun pada perbuatan tidak suci, dengan bergantung pada pertolongan Allah dan komunitas iman untuk hidup yang suci di hadapan-Nya.