Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 5:1 Matius 5:2 Matius 5:3 Matius 5:4 Matius 5:5 Matius 5:6 Matius 5:7 Matius 5:8 Matius 5:9 Matius 5:10 Matius 5:11 Matius 5:12 Matius 5:13 Matius 5:14 Matius 5:15 Matius 5:16 Matius 5:17 Matius 5:18 Matius 5:19 Matius 5:20 Matius 5:21 Matius 5:22 Matius 5:23 Matius 5:24 Matius 5:25 Matius 5:26 Matius 5:27 Matius 5:28 Matius 5:29 Matius 5:30 Matius 5:31 Matius 5:32 Matius 5:33 Matius 5:34 Matius 5:35 Matius 5:36 Matius 5:37 Matius 5:38 Matius 5:39 Matius 5:40 Matius 5:41 Matius 5:42 Matius 5:43 Matius 5:44 Matius 5:45 Matius 5:46 Matius 5:47 Matius 5:48



Matius 5:31 (IDN) – Surat Talak sebagai persetujuan hukum
Ayat ini muncul dalam rangkaian pengajaran Yesus tentang etika hidup dalam terang hukum Taurat, khususnya bagian yang membahas perceraian. Pada bagian sebelumnya, Yesus menuntun pendengar kepada makna kesetiaan dan integritas dalam pernikahan. Di sini, nasihat mengenai talak digambarkan secara hukum secara praktis: seseorang yang ingin menceraikan istrinya harus menulis surat talak. Ini menegaskan bahwa perceraian bukanlah jalan ringan, dan jika dilakukan, ada persyaratan formal yang harus dipenuhi.
Makna singkat kata kunci
Iman, hukum, dan moralitas di balik ayat
Dalam konteks kekristenan Ibrani-Romawi, Yesus menekankan bahwa keutuhan pernikahan adalah bagian dari hukum hidup Tuhan bagi umat-Nya. Meskipun demikian, Ia mengakui kenyataan adanya perceraian di dunia, namun menilai tindakan itu berat dan memiliki konsekuensi hakikat. Penekanan pada surat talak merujuk pada tata cara yang menghindari perceraian tanpa batasan hukum dan bertujuan melindungi hak-hak pihak yang lebih lemah dalam pernikahan, terutama perempuan pada masa itu.
Rujukan penting dari para penafsir terdahulu
Beberapa penafsir publik domain yang relevan menyajikan gambaran historis dan teologis yang pertinent:
Cross-reference singkat
Beberapa bagian lain yang terkait untuk pembacaan lebih lanjut:
Aplikasi praktis untuk masa kini
Ayat ini mengundang pembaca untuk menghargai institusi pernikahan dengan serius. Jika hubungan mengalami krisis, penting untuk mencari solusi yang adil dan terbuka, menggunakan prosedur yang jelas demi melindungi hak semua pihak—terutama pihak yang paling rentan. Melalui pendekatan yang setia kepada komitmen, jemaat dipanggil untuk berdoa, mencari bimbingan rohani, dan menimbang pilihan secara dewasa tanpa mengabaikan kasih dan keadilan.
Inti pesan yang konsisten dengan konteks alkitabiah adalah: pernikahan adalah janji yang suci memerlukan komitmen, dan jika perceraian terjadi, prosedur yang tepat dipakai untuk menjaga martabat semua pihak. Karena ello, tidak sekadar hukum luar, melainkan juga hati yang taat kepada Tuhan dalam menjaga kesetiaan.