Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 5:1 Matius 5:2 Matius 5:3 Matius 5:4 Matius 5:5 Matius 5:6 Matius 5:7 Matius 5:8 Matius 5:9 Matius 5:10 Matius 5:11 Matius 5:12 Matius 5:13 Matius 5:14 Matius 5:15 Matius 5:16 Matius 5:17 Matius 5:18 Matius 5:19 Matius 5:20 Matius 5:21 Matius 5:22 Matius 5:23 Matius 5:24 Matius 5:25 Matius 5:26 Matius 5:27 Matius 5:28 Matius 5:29 Matius 5:30 Matius 5:31 Matius 5:32 Matius 5:33 Matius 5:34 Matius 5:35 Matius 5:36 Matius 5:37 Matius 5:38 Matius 5:39 Matius 5:40 Matius 5:41 Matius 5:42 Matius 5:43 Matius 5:44 Matius 5:45 Matius 5:46 Matius 5:47 Matius 5:48



MATIUS 5:4 — Berbahagialah orang-orang yang berdukacita
Setting: Mari kita mulai dari konteks Khotbah di Bukit. Ayat ini adalah bagian dari serangkaian berbahagia (beatitude) yang menyatakan berkat bagi mereka yang berbeda dari dunia: mereka yang miskin dalam roh, mereka yang berduka, orang yang lemah lembut, dan seterusnya. Matius 5:4 menyoroti kebutuhan manusia—dukacita—dan bagaimana Allah menanggapinya dengan penghiburan yang nyata dan pasti.
Makna kunci tentang Allah dan iman
Ayat ini mengungkap bahwa Allah Peduli pada mereka yang berdukacita. Tuhan tidak mengabaikan kesedihan manusia; sebaliknya, dia menjanjikan hiburan bagi mereka. Dalam kerangka berkat-Nya, dukacita bukanlah akhir, melainkan pintu menuju penghiburan ilahi. Iman menuntun orang percaya untuk memandang dukacita melalui lensa harapan: Allah hadir sebagai Penghibur dan pemulih, bekerja melalui sifat-Nya yang penyayang.
Istilah penting dan gambaran visual
Kaitan dengan teks lain
Cross-references menyoroti tema penghiburan:
Wawasan dari para penafsir klasik
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa berkat ini mengandung unsur kehadiran Allah yang nyata dalam kesedihan. Mereka menekankan bahwa berduka karena dosa dan akibatnya membawa seseorang lebih dekat kepada Allah, sambil mengalami pemulihan ilahi melalui kasih-Nya. Mereka juga menyoroti bahwa hiburan Allah bisa datang melalui penghiburan rohani, pengharapan, dan komunitas jemaat yang membangun iman.
Arah praktis bagi orang percaya hari ini
Inti ajaran ayat ini adalah bahwa dalam setiap dukacita, Allah menawarkan hiburan yang nyata dan memulihkan. Pusatkan pandangan pada kasih-Nya yang berkelanjutan, dan biarkan penghiburan-Nya membentuk iman serta tindakan kasih kepada sesama.
Referensi singkat: ayat ini menegaskan tema penghiburan ilahi yang juga diteguhkan dalam kitab suci lainnya, yang menguatkan pengharapan kita di tengah penderitaan.
Quotations from public-domain commentators (summary):
“Blessed are they that mourn, for they shall be comforted.” — Ringkasnya, penertiban roh dan pemberian penghiburan di mana dukacita dipakai untuk memperkuat iman. (Dari ringkasan Henry, Barnes, Clarke dengan rujukan tematis).