Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 5:1 Ulangan 5:2 Ulangan 5:3 Ulangan 5:4 Ulangan 5:5 Ulangan 5:6 Ulangan 5:7 Ulangan 5:8 Ulangan 5:9 Ulangan 5:10 Ulangan 5:11 Ulangan 5:12 Ulangan 5:13 Ulangan 5:14 Ulangan 5:15 Ulangan 5:16 Ulangan 5:17 Ulangan 5:18 Ulangan 5:19 Ulangan 5:20 Ulangan 5:21 Ulangan 5:22 Ulangan 5:23 Ulangan 5:24 Ulangan 5:25 Ulangan 5:26 Ulangan 5:27 Ulangan 5:28 Ulangan 5:29 Ulangan 5:30 Ulangan 5:31 Ulangan 5:32 Ulangan 5:33



Ulangan 5:18 dalam Konteks Sepuluh Perintah
Ayat ini berada dalam rangkaian Hukum Musa di Gunung Sinai, bagian perintah yang menjelaskan batasan-batasan moral dan hubungan sesama manusia. Delapan perintah pertama berfokus pada hubungan manusia dengan Allah; ayat 18 menegaskan hukum tentang kesetiaan dalam hubungan perkawinan dan menjaga kemurnian hidup keluarga. Dalam konteks narasi seperti ini, larangan berzinah bukan sekadar larangan tindakan satu pihak, melainkan upaya menjaga kehormatan institusi keluarga dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Makna pusat
“Janganlah kamu berbuat zina” menekankan kesetiaan seksual dan hubungan yang sah secara pernikahan. Allah menuntut integritas hidup pribadi dan publik. Dalam budaya kuno yang menekankan garis keturunan dan kehormatan keluarga, larangan ini melindungi hak waris, identitas keluarga, dan stabilitas komunitas. Pada dasarnya, perintah ini mengingatkan umat bahwa tubuh manusia adalah bait Roh Kudus dan tindakan seksual yang benar hanya berlangsung dalam ikatan pernikahan.
Ajaran tematik utama
Kaitan dengan bagian Alkitab lain
Beberapa referensi silang yang relevan:
Penjelasan singkat: tematiknya adalah kejujuran dalam ikatan perkawinan, menjaga martabat pasangan dan stabilitas keluarga, serta menghindari konsekuensi rohani dan sosial dari pelanggaran.
Aplikasi praktis
Refleksi singkat
Perintah ini mengingatkan kita bahwa hidup beriman bukan hanya tentang ritual, tetapi juga bagaimana kita menjalani hubungan intim dengan integritas. Allah menginginkan keluarga yang kokoh sebagai dasar masyarakat yang beriman.
Ringkasan
Ulangan 5:18 menegaskan larangan zina sebagai bagian dari konstruksi moralia perjanjian Allah dengan umat-Nya. Ia menegaskan kemurnian, perlindungan hubungan, dan tanggung jawab sosial—seraya mengarahkan kita pada hidup yang setia di hadapan Tuhan.