Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 5:1 Ulangan 5:2 Ulangan 5:3 Ulangan 5:4 Ulangan 5:5 Ulangan 5:6 Ulangan 5:7 Ulangan 5:8 Ulangan 5:9 Ulangan 5:10 Ulangan 5:11 Ulangan 5:12 Ulangan 5:13 Ulangan 5:14 Ulangan 5:15 Ulangan 5:16 Ulangan 5:17 Ulangan 5:18 Ulangan 5:19 Ulangan 5:20 Ulangan 5:21 Ulangan 5:22 Ulangan 5:23 Ulangan 5:24 Ulangan 5:25 Ulangan 5:26 Ulangan 5:27 Ulangan 5:28 Ulangan 5:29 Ulangan 5:30 Ulangan 5:31 Ulangan 5:32 Ulangan 5:33



Ulangan 5:21 (IDN) — Inti Hukum Perkataan Orang Israel
Ayat ini berada dalam konteks pemberian Sepuluh Perintah Allah di Gunung Horeb, ketika bangsa Israel menerima firman-Nya secara langsung. Ulangan 5 secara keseluruhan mengulang kembali perintah-perintah itu kepada bangsa Israel setelah mereka keluar dari Mesir, untuk menegaskan kesetiaan mereka kepada Tuhan dan menjaga hubungan mereka dengan sesama. Ayat 21 menekankan larangan hasrat berlebihan yang merusak hubungan dengan sesama manusia dan menampilkan pola hidup yang tidak mengejar kepemilikan materiel sebagai pengganti kepatuhan kepada Tuhan.
Makna pokok
Ayat ini melarang manusia untuk mendambakan pasangan, rumah, tanah, hamba, hewan, atau milik sesama yang dapat menimbulkan ketamakan dan iri hati. Inti ajaran ini ialah menjaga hati agar tidak terikat pada apa yang seharusnya dimiliki orang lain, karena ketamakan sering memicu tindakan yang merugikan sesama dan mengaburkan kedudukan Tuhan sebagai sumber berkat.
Tema utama
Cross-references dan hubungannya
Penjelasan singkat: Ayat-ayat terkait menekankan bahwa kasih kepada Tuhan harus mengalahkan hasrat-material. Ketamakan sering menjadi akar dari pelanggaran lain yang merugikan komunitas.
Refleksi praktis
Coba periksa hati saat ini: adakah hal-hal yang membuat kita iri terhadap apa yang dimiliki orang lain? Bagaimana kita merespons ketika kita dihadapkan pada godaan ingin memiliki lebih banyak—termasuk harta, pasangan, atau posisi? Jawabannya bukan pada penolakan bernafas terhadap kebutuhan manusia di sekitar kita, melainkan pada pengakuan bahwa Tuhan adalah pemelihara kita dan sumber kepuasan sejati.
Penutup singkat
Ayat ini mengajak umat Allah untuk menjaga hati dari hasrat yang merusak sehingga kehidupan mereka mencerminkan keadilan, kemurahan, dan ketergantungan kepada Tuhan. Dengan demikian, hubungan antar sesama terjaga, dan umat tetap setia kepada Allah yang telah memanggil mereka.
Rujukan pemikiran (ringkas): Menurut pandangan para komentator berbahasa Inggris kuno, larangan ini menekankan integritas hati lebih dari sekadar larangan tindakan; mengubah hasrat menjadi ketaatan yang lahir dari kasih kepada Tuhan. Dalam rangkaian hikmat Alkitab, prinsip ini berhubungan erat dengan bagaimana iman menuntun etika kita dalam komunitas.