Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Keluaran 1 Keluaran 2 Keluaran 3 Keluaran 4 Keluaran 5 Keluaran 6 Keluaran 7 Keluaran 8 Keluaran 9 Keluaran 10 Keluaran 11 Keluaran 12 Keluaran 13 Keluaran 14 Keluaran 15 Keluaran 16 Keluaran 17 Keluaran 18 Keluaran 19 Keluaran 20 Keluaran 21 Keluaran 22 Keluaran 23 Keluaran 24 Keluaran 25 Keluaran 26 Keluaran 27 Keluaran 28 Keluaran 29 Keluaran 30 Keluaran 31 Keluaran 32 Keluaran 33 Keluaran 34 Keluaran 35 Keluaran 36 Keluaran 37 Keluaran 38 Keluaran 39 Keluaran 40Verse
Keluaran 20:1 Keluaran 20:2 Keluaran 20:3 Keluaran 20:4 Keluaran 20:5 Keluaran 20:6 Keluaran 20:7 Keluaran 20:8 Keluaran 20:9 Keluaran 20:10 Keluaran 20:11 Keluaran 20:12 Keluaran 20:13 Keluaran 20:14 Keluaran 20:15 Keluaran 20:16 Keluaran 20:17 Keluaran 20:18 Keluaran 20:19 Keluaran 20:20 Keluaran 20:21 Keluaran 20:22 Keluaran 20:23 Keluaran 20:24 Keluaran 20:25 Keluaran 20:26



Keluaran 20:17 (IDN) – Larangan Hasrat Berlebih
Ayat ini berada dalam konteks Sepuluh Perintah Allah yang diberikan kepada bangsa Israel di gunung Sinai. Perintah pertama hingga keempat fokus pada hubungan manusia dengan Allah; ayat ini menggeser fokus ke hubungan sesama manusia dan menekankan mantapnya ukuran keinginan yang tidak semestinya. Dalam terjemahan IDN, larangan ini menolak hasrat untuk memiliki milik orang lain secara melampaui batas, menggambarkan standar moral yang membatasi iri hati dan keserakahan.
Makna utama
Ayat ini menegaskan bahwa hakikat iman yang benar mencakup sikap puas terhadap milik sendiri dan hormat terhadap hak orang lain atas barang, pasangan, dan pekerjaan mereka. Ketidaktertarikan pada hal-hal milik orang lain merupakan wujud ketaatan kepada Allah yang tidak sekadar menghindari tindakan kriminal, tetapi juga menjauhi naluri hati yang merusak persatuan komunitas.
Tema-tema kunci
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat: Ketiga referensi ini membantu mengilustrasikan bahwa larangan ini tidak hanya soal tindakan eksplisit, tetapi juga niat hati yang mengarah pada tindakan. Perubahan hati memungkinkan relasi yang sehat dengan sesama dan dengan Allah.
Pelajaran praktis
Ringkasan penutup
Keluaran 20:17 menegaskan bahwa hukum Allah menuntun hidup kita ke dalam hubungan yang adil dan saling menghormati. Iri hati terhadap milik orang lain merusak relasi dan mengaburkan arah iman. Dengan menumbuhkan kepuasan, syukur, dan kasih terhadap sesama, kita hidup sesuai kehendak Tuhan dan memperkaya komunitas kita.
Catatan editorial
Menurut para penafsir abad sebelumnya, prinsip ini menekankan integritas personal dan sosial. Jika ada引用 singkat dari tokoh terkenal:
Matthew Henry menyatakan bahwa larangan ini “menjaga kita dari keinginan yang akan menghancurkan persaudaraan,” sedangkan Adam Clarke menekankan bahwa kedagingan menuntut hak milik orang lain sebagai bagian dari pertempuran batin antara godaan dan penundukan kepada hukum Allah. (Quotations are summarized; tidak menyalin teks lengkap.)