Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Keluaran 1 Keluaran 2 Keluaran 3 Keluaran 4 Keluaran 5 Keluaran 6 Keluaran 7 Keluaran 8 Keluaran 9 Keluaran 10 Keluaran 11 Keluaran 12 Keluaran 13 Keluaran 14 Keluaran 15 Keluaran 16 Keluaran 17 Keluaran 18 Keluaran 19 Keluaran 20 Keluaran 21 Keluaran 22 Keluaran 23 Keluaran 24 Keluaran 25 Keluaran 26 Keluaran 27 Keluaran 28 Keluaran 29 Keluaran 30 Keluaran 31 Keluaran 32 Keluaran 33 Keluaran 34 Keluaran 35 Keluaran 36 Keluaran 37 Keluaran 38 Keluaran 39 Keluaran 40Verse
Keluaran 20:1 Keluaran 20:2 Keluaran 20:3 Keluaran 20:4 Keluaran 20:5 Keluaran 20:6 Keluaran 20:7 Keluaran 20:8 Keluaran 20:9 Keluaran 20:10 Keluaran 20:11 Keluaran 20:12 Keluaran 20:13 Keluaran 20:14 Keluaran 20:15 Keluaran 20:16 Keluaran 20:17 Keluaran 20:18 Keluaran 20:19 Keluaran 20:20 Keluaran 20:21 Keluaran 20:22 Keluaran 20:23 Keluaran 20:24 Keluaran 20:25 Keluaran 20:26



Keluaran 20:13 — "Jangan kamu membunuh."
Ayat ini adalah bagian ketiga dari Sepuluh Perintah Allah yang diberikan di gunung Sinai. Konteksnya: umat Israel menerima hukum-hukum yang menata hubungan mereka dengan Tuhan dan sesama. Perintah ini menolak tindakan membunuh sebagai pelanggaran hak hidup manusia yang diciptakan menurut gambar Allah, serta sebagai dasar etika sosial yang melindungi kehidupan.\n
Inti makna ayat
Perintah ini menegaskan larangan membawa nyawa orang lain secara sengaja. Ia menuntun pada pemuliaan martabat manusia dan meneguhkan bahwa kehidupan adalah anugerah Tuhan yang tidak boleh dirampas tanpa alasan yang sah menurut hukum-Nya dan norma-norma keadilan. Secara luas, larangan ini juga mengajak umat memahami tanggung jawab atas tindakan yang berdampak pada kehidupan orang lain.
Tema-tema utama
Perenungan teologis dan cross-referensi
Beberapa pandangan dari penafsir firman Allah membantu memperdalam pemahaman, tanpa mengubah inti ayat:
Rujukan silang yang relevan:
Refleksi praktis
Larangan membunuh mengajak kita melihat bagaimana kita menghargai hidup dalam berumah tangga, komunitas, dan pekerjaan. Dalam konteks modern, prinsip ini menyiratkan pentingnya tindakan non-kekerasan, penyelesaian sengketa secara damai, serta kepedulian terhadap perlindungan hak hidup tiap orang, mulai dari bayi dalam kandungan hingga lansia dan kaum marginal. Ketika kita merawat kehidupan—melindungi orang lemah, mencegah kekerasan, dan mendorong keadilan—kita mengekspresikan keutuhan hakikat manusia sebagai ciptaan Allah.
Ringkasan singkat
“Jangan kamu membunuh” adalah pernyataan tegas tentang nilai hidup manusia yang berasal dari Allah. Ia membentuk dasar etika publik dan pribadi: hidup manusia dihormati, konflik diselesaikan secara damai, dan keadilan dipelihara dalam komunitas. Ayat ini menantang iman untuk berakar pada kasih terhadap sesama dan ketaatan kepada Tuhan dalam semua tindakan kita.