Ulangan 5:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

tetapi hari yang ketujuh itulah sabat Tuhan, Allahmu, pada hari itu janganlah kamu bekerja, baik kamu sendiri baik anakmu laki-laki atau perempuan, baik hambamu laki-laki atau perempuan baik lembumu atau keledaimu atau binatangmu yang lain baik orang dagang yang telah masuk dari pintu gerbangmu; maka ia itu supaya hambamu laki-laki dan perempuanpun boleh berhentikan lelahnya seperti kamu juga.

Ayat sebelumnya
« Ulangan 5:13
Ayat berikutnya
Ulangan 5:15 »

Ulangan 5:14 Tafsiran ayat Alkitab

Ulangan 5:14 (IDN) – Sabat Tuhan

Gagasan utama pasal ini adalah perintah menjaga hari istirahat sebagai tanda perjanjian dengan Tuhan. Ulangan 5:14 menekankan bahwa hari ketujuh adalah sabat bagi Tuhan, dan semua lapisan masyarakat—dirimu, keluargamu, budakmu, hewanmu—diundang untuk berhenti bekerja. Ini bukan sekadar larangan kerja, melainkan pengakuan bahwa ketenangan dan ibadah kepada Tuhan menjadi pusat kehidupan bangsa Israel.

Pembacaan pasal dalam konteksnya

Di tengah rangkaian hukum yang disampaikan Musa, perintah sabat menegaskan bahwa peribadatan kepada Allah menjiwai setiap aspek hidup. Larangan bekerja pada hari ketujuh menegaskan martabat semua orang dan makhluk hidup di komunitas itu, termasuk budak, hewan, dan pedagang yang masuk dari luar pintu gerbang. Keberlangsungan sabat menunjukkan keadilan sosial: rasa hormat kepada pekerjaan dan keletihan sesama manusia serta kesejahteraan makhluk hidup.

Inti rohani yang bisa dipetik

  • Ketentuan sabat sebagai tanda perjanjian: Sabat mengikat umat kepada Tuhan, mengingatkan bahwa pekerjaan manusia tidak menguasai semua realitas kehidupan; Tuhan yang memelihara.
  • Keadilan sosial lewat perlindungan terhadap pekerja: Larangan bekerja memberi ruang bagi istirahat bagi semua lapisan, termasuk budak dan binatang, mencerminkan kasih Tuhan kepada semua ciptaan.

Perbandingan dengan bagian lain

Dari Keluaran 20:10 dan Keluaran 31:15, kita melihat konsistensi pengajaran sabat sebagai bagian dari hukum moral dan tata negara umat Israel. Dalam Markus 2:27–28, Yesus menegaskan prinsip sabat sebagai “hari untuk manusia, bukan manusia untuk sabat,” menegaskan bahwa perintah sabat bertujuan memberi kehidupan dan pemulihan, bukan hanya kepatuhan hukum belaka. Ketiga bagian ini memandu bagaimana umat memahami sabat sebagai kasih Tuhan yang membentuk komunitas yang adil.

Penafsiran praktis yang sehat

Untuk konteks pembelajaran hari ini, intinya adalah membangun pola istirahat yang menghormati Tuhan dan memperlakukan sesama dengan keadilan. Dalam praktiknya, sabat bisa berarti beristirahat dari pekerjaan rutin, meluangkan waktu untuk ibadah, keluarga, dan penyebaran damai. Upaya memastikan bahwa orang-orang di sekitar kita—termasuk pekerja lembaga, tamu, dan hewan—mendapat istirahat layak adalah refleksi kasih Tuhan.

Rujukan silang yang relevan

- Keluaran 20:10: Sabat sebagai bagian inti hukum yang menegaskan istirahat dan ibadah pada hari ketujuh. - Ulangan 5:15: Mengingat Allah membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan, sabat menjadi ingatan pembebasan dan kasih-Nya. - Markus 2:27–28: Prinsip sabat yang menekankan manusia sebagai pusat tujuan niat hukum.

Penjelasan singkat hubungan: Sabat tidak hanya soal larangan bekerja, tetapi juga memulihkan hubungan manusia dengan Tuhan, keluarga, pekerja, dan makhluk hidup lain, sebagai bentuk keadilan sosial.

Ringkasan

Ulangan 5:14 menguatkan bahwa sabat adalah bagian integral dari perjanjian dengan Tuhan, mencakup perlindungan terhadap semua lapisan masyarakat, termasuk budak dan hewan. Prinsipnya adalah istirahat yang memuliakan Tuhan dan merawat sesama dalam komunitas. Praktiknya mengajak kita menilai bagaimana kita menghormati waktu istirahat, memajukan keadilan sosial, dan memelihara hubungan yang diberkati Tuhan.

Renungan akhir

Ketika kita menghormati sabat dengan sungguh, kita tidak sekadar berhenti bekerja, melainkan membiarkan diri dibawa ke dalam damai Allah. Dalam konteks modern, sabat bisa menjadi ritus istirahat komunal yang mempererat keluarga, komunitas, dan tanggung jawab terhadap pekerja yang membutuhkan istirahat layak.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Ulangan 5:14 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ibrani 4:4 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Ibrani 4:4 (IDN) »
Karena ada suatu nas yang telah difirmankan-Nya dari hal hari yang ketujuh demikian ini: Maka berhentilah Allah pada hari yang ketujuh daripada segala perbuatan-Nya;

Kejadian 2:2 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Kejadian 2:2 (IDN) »
Maka pada hari yang ketujuh setelah sudah disampaikan Allah pekerjaan-Nya, yang telah diperbuat-Nya itu, maka berhentilah Ia pada hari yang ketujuh itu dari pada pekerjaan-Nya, yang telah diperbuat-Nya.

Keluaran 23:12 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Keluaran 23:12 (IDN) »
Enam hari lamanya hendaklah kamu mengerjakan pekerjaanmu, tetapi pada hari yang ketujuh patut kamu berhenti, supaya lembumu dan keledaimupun boleh berhenti, dan supaya anak sahayamu dan orang dagangpun boleh memulangkan nafasnya.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab