Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 5:1 Ulangan 5:2 Ulangan 5:3 Ulangan 5:4 Ulangan 5:5 Ulangan 5:6 Ulangan 5:7 Ulangan 5:8 Ulangan 5:9 Ulangan 5:10 Ulangan 5:11 Ulangan 5:12 Ulangan 5:13 Ulangan 5:14 Ulangan 5:15 Ulangan 5:16 Ulangan 5:17 Ulangan 5:18 Ulangan 5:19 Ulangan 5:20 Ulangan 5:21 Ulangan 5:22 Ulangan 5:23 Ulangan 5:24 Ulangan 5:25 Ulangan 5:26 Ulangan 5:27 Ulangan 5:28 Ulangan 5:29 Ulangan 5:30 Ulangan 5:31 Ulangan 5:32 Ulangan 5:33


Ulangan 5:8 (IDN) — Larangan membuat patung berhala
Dalam konteks pengulangan hukum di kitab Ulangan, ayat ini muncul sebagai bagian dari perintah Allah kepada umat Israel untuk hidup dalam penyembahan yang benar kepada-Nya. Ayat 8 adalah bagian dari pembatasan tegas terhadap penyembahan berhala: jangan membuat patung yang terpahat, maupun gambar apapun yang menyerupai benda langit di atas, di bumi di bawah, atau di dalam air di bawah bumi. Perintah ini menekankan kekhususan Allah yang tidak dapat dibatasi oleh representasi visual maupun fisik.
Makna sentral
Ayat ini menegaskan bahwa penyembahan kepada Allah tidak boleh dipindahkan ke dalam tiruan atau representasi fisik. Allah yang hidup tidak bisa dipahami sepenuhnya lewat gambaran yang dibuat manusia; kehadiran-Nya melampaui bentuk materi. Larangan ini juga berfungsi sebagai pelindung kemurnian ibadah umat Israel, mencegah mereka menyembah sesuatu yang diciptakan dengan cara menutupi kehadiran Allah yang tidak bisa dibatasi oleh benda material.
Tema-tema utama
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru menambah pemahaman tentang penyembahan yang benar:
Gagasan praktis untuk kehidupan percaya
Pengantar tafsiran gereja terpandang
Para tafsir Purba menekankan bahwa larangan ini menegaskan eksklusivitas ibadah kepada Allah yang hidup. Mereka menggarisbawahi bahwa gambaran visual berhala menjerat manusia pada ciptaan daripada Pencipta, sehingga iman dinilai bukan dari ukuran patung, melainkan ketundukan hati kepada Allah.
Quotasi singkat terukur dari ahli tafsir terkemuka: “Larangan membuat patung adalah pelindung kemurnian ibadah bagi umat Allah.” (ringkas dari tinjauan para komentator abad pertengahan)
Inti penutup
Ayat ini menekankan bahwa penyembahan sejati menolak setiap representasi fisik yang mencoba membatasi kehadiran Allah. Iman yang hidup melihat kepada Allah semata dalam ketaatan-Nya, melalui cara yang setia kepada hukum dan ajaran-Nya.