Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 20:1 Imamat 20:2 Imamat 20:3 Imamat 20:4 Imamat 20:5 Imamat 20:6 Imamat 20:7 Imamat 20:8 Imamat 20:9 Imamat 20:10 Imamat 20:11 Imamat 20:12 Imamat 20:13 Imamat 20:14 Imamat 20:15 Imamat 20:16 Imamat 20:17 Imamat 20:18 Imamat 20:19 Imamat 20:20 Imamat 20:21 Imamat 20:22 Imamat 20:23 Imamat 20:24 Imamat 20:25 Imamat 20:26 Imamat 20:27



Interpretive Point
Imamat 20:10 menekankan solusi hukum tuntutan keadilan bagi pelanggaran serius: tindakan zinah antara pasangan yang sudah terikat pernikahan menuntut hukuman mati bagi pelaku laki-laki maupun perempuan. Ayat ini menegaskan kesetiaan pernikahan sebagai standar kemurnian komunitas Israel dan menegaskan bahwa pelanggaran serius terhadap institusi pernikahan tidak dapat dibiarkan tanpa konsekuensi yang berat.
Latar sastra dan konteks kitab Imamat
Bagian ini berada dalam bagian hukum Imamat yang mengatur tata tertib hidup komunitas Israel, termasuk norma moral dan ceremonial. Hukum mengenai zinah menampilkan kedudukan kemurnian keluargaan dan iman kepada Allah sebagai pusat kehidupan sosial. Ketika seorang laki-laki berzinah dengan istri orang lain, tindakan itu tidak hanya merusak rumah tangga pribadi, tetapi juga merusak kesolidan bangsa di hadapan Allah yang menghendaki kesetiaan total dari umat-Nya.
Makna teologis dan signifikansi
Perlindungan terhadap pernikahan menegaskan bahwa Allah adalah tuhan perjanjian yang menuntut kesetiaan mutlak. Hukuman kematian bagi kedua pihak mencerminkan seriusnya pelanggaran itu dalam konteks hukum budaya saat itu, dan menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi tindakan yang merusak ikatan formal pernikahan. Secara teologis, larangan ini juga menyinggung keadilan dan perlindungan bagi keluarga sebagai unit dasar komunitas iman.
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Cross-reference di atas menyoroti kontinuitas pandangan Allah mengenai kemurnian pernikahan dari hukum lamanya hingga pandangan Yesus di Perjanjian Baru.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa pernikahan adalah ikatan suci yang membutuhkan komitmen penuh dari kedua pihak. Hukuman yang diuraikan menekankan seriusnya pelanggaran dan perlunya penjagaan komunitas agar tetap setia pada Allah yang membentuk mereka sebagai umat perjanjian.
Quotations note: Ketika meninjau karya-karya komentar berbahasa Inggris yang bersifat publik-domain, catatan langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan bisa disebut secara ringkas jika ada kutipan singkat yang tepat. Namun, dalam ulasan ini tidak ada kutipan langsung panjang dari ketiganya yang disertakan, sehingga tidak ada kutipan tepat yang diulang secara eksplisit di bagian utama.