Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 28:7 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 28:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Pergilah kamu dengan segera mengatakan kepada murid-murid-Nya, bahwa Ia sudah bangkit dari antara orang mati, dan akan berjalan dahulu daripada kamu ke Galilea; di sanalah kelak kamu melihat Dia; ingatlah, Aku sudah mengatakan hal itu kepadamu."
Matius 28:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 28:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 26:32 (IDN) »
Tetapi kemudian daripada Aku bangkit pula, Aku akan berjalan dahulu daripada kamu ke Galilea."

Markus 16:7 (IDN) »
Tetapi pergilah kamu, katakanlah kepada segala murid-Nya dan kepada Petrus pun, bahwa Ia akan berjalan dahulu daripada kamu ke Galilea, di sana kamu akan melihat Dia seperti sabda-Nya kepada kamu."

Matius 28:10 (IDN) »
Lalu sabda Yesus kepadanya, "Janganlah kamu takut! Pergilah kamu memberi tahu kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka itu pergi ke Galilea, di sanalah kelak mereka itu melihat Aku."
Gambaran Umum tentang Matius 28:7
Ayat ini berada dalam pasca-Kebangkitan. Malaikat Tuhan menenangkan para wanita di kubur, memerintahkan mereka untuk tidak takut dan menyampaikan kabar baik kepada murid-murid Yesus bahwa Ia telah bangkit. Instruksi ini mengandung janji pertemuan lebih lanjut di Galilea, tempat murid-murid akan melihat-Nya lagi. Ayat ini menegaskan dua tema besar: kebangkitan Kristus yang nyata dan pemulihan hubungan murid dengan Dia melalui panggilan misi.
Ayat dalam konteks pasal
Pada pasal ini, terjadi kebangkitan Yesus dan pemberitahuan kepada para wanita yang pertama kali menemukan kubur kosong. Malaikat menegaskan bahwa murid-murid akan melihat Dia di Galilea, sebuah tempat yang menjadi pusat pelajaran dan pertemuan dengan Sang Guru setelah kebangkitan. Pesan ini menyiapkan komunitas percaya untuk melanjutkan tugas besar: memberitakan kabar baik kepada semua bangsa.
Inti rohani utama
Inti rohani ayat ini adalah: kebangkitan Kristus mengubah segala hal, namun misi pengikut-Nya tetap berjalan. Allah memanggil murid-murid untuk segera berangkat, menyampaikan kabar kemuliaan: Yesus telah bangkit, dan pertemuan dengan Dia akan terjadi di tempat tertentu. Dari sini kita belajar tentang ketaatan yang cepat, serta kepastian Allah yang akan menuntun kita menuju persekutuan dengan-Nya.
Pemaparan melalui pandangan para tokoh terdahulu
Beberapa pandangan klasik menggarisbawahi aspek ketidak-takut-an dan urgensi panggilan. Dalam karya-karya paten seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, ditegaskan bahwa kewajiban gereja adalah menyampaikan kabar kebangkitan dengan keberanian, sambil menegaskan bahwa Allah telah menyiapkan pertemuan lanjut dengan-Nya. Dibutuhkan iman yang aktif, bukan pasif, karena Allah bekerja melalui pemberitaan injil.
Referensi silang yang relevan (singkat)
Penerapan praktis
Ringkasan
Ayat ini menegaskan bahwa kebangkitan Kristus adalah jaminan bagi jemaat untuk melangkah maju dalam tugas pemberitaan Injil. Janji akan pertemuan dengan-Nya di Galilea memberi fokus jelas: mengikuti-Nya dengan ketaatan yang segera, sambil menantikan kehadiran-Nya yang berulang. Panggilan ini menuntun kita untuk hidup dalam iman yang aktif, menyalakan semangat misi tanpa henti, karena kasih Allah bekerja melalui pemberitaan kabar baik kepada dunia.
Cuplikan singkat (dari sumber paten, jika ada): “Panggilan untuk segera berangkat tidak hanya perintah, tetapi kehendak kasih yang menuntun murid kepada pertemuan baru dengan Tuhan.”