Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 28:17 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 28:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Apabila dilihatnya Yesus, lalu mereka itu sujud menyembah Dia; tetapi ada juga orang yang menaruh syak.
Matius 28:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 28:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 45:11 (IDN) »
(45-12) Maka Raja kelak berkenan akan keelokanmu; sedang Ialah tuanmu maka tunduklah engkau menyembah dia.

Mazmur 2:12 (IDN) »
Hormatilah Anak itu, supaya jangan Ia murka, dan kamu kelak binasa di jalan, apabila murka-Nya bernyala-nyala sedikit juga. Berbahagialah kiranya segala orang yang percaya akan Dia!

Matius 16:28 (IDN) »
Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Ada beberapa orang yang berdiri di sini, yang tiada akan merasai mati, sebelum dilihatnya Anak manusia datang dengan kerajaan-Nya."
Matius 28:17 (IDN) — Sesudah mereka melihat, mereka sujud menyembah; ada yang ragu
Pasal ini berada di puncak kisah kebangkitan. Para murid mendatangi gunung tempat Yesus menampakkan diri kepada mereka setelah kebangkitan-Nya. Mereka datang dengan campuran kekaguman, hormat, dan ketakutan yang hening. Ketika melihat-Nya, mereka menyembah, meski sebagian dari mereka merunduk dalam keraguan. Kisah ini menegaskan kedudukan Yesus sebagai Mesias yang bangkit dan menegaskan panggilan iman yang tidak terlepas dari kerendahan hati serta ketaatan.
Apa yang dipaparkan teks tentang Allah/iman
Ayat ini menegaskan kehadiran hidup Allah yang berkuasa dalam kebangkitan Kristus. Pusat iman di sini adalah respons manusia terhadap kemuliaan-Nya: menyembah sebagai tanda pengakuan otoritas-Nya dan identitas-Nya sebagai Tuhan. Kehadiran “Yesus” yang bangkit mengungkap rencana keselamatan Allah yang telah dinubuatkan, dan respons murid-murid mencerminkan iman yang tumbuh dari pengakuan itu, meskipun keraguan sesekali hadir. Dalam konteks ini, iman tidak meniadakan keraguan manusia, melainkan menaklukkan ketidaktahuan melalui penghormatan kepada Kristus yang hidup.
Istilah dan gambaran penting
Cross-references yang relevan
- Yohanes 20:28 menampilkan respons Tomas yang akhirnya mengakui keyakinannya terhadap Kebangkitan: pengakuan iman yang lahir dari pengalaman pribadi dan bimbingan Roh Kudus.
- Efesus 1:19-20 menegaskan kekuatan Allah yang membangkitkan Kristus dan menempatkan-Nya di atas segala otoritas langit dan bumi, menguatkan pembaca bahwa penyembahan yang benar berlandaskan kenyataan kebangkitan.
- Kisah Para Rasul 2:36 menunjukkan pengakuan awal para pengikut bahwa Yesus adalah Tuhan dan Kristus, ketika Roh Kudus bekerja di hati mereka.
Penjelasan alur makna dalam konteks sekarang
Ketika menghadapi peristiwa besar—entah penemuan kebangkitan, perubahan hidup, atau panggilan Tuhan—reaksi kita sering antara iman yang berani dan keraguan yang hidup. Ayat ini mengingatkan bahwa reaksi yang sah kepada Allah yang berkuasa adalah menyembah, meski seseorang masih perlu dibimbing untuk menguatkan iman. Penyerahan diri kepada Kristus yang bangkit membawa kita pada otoritas-Nya dalam hidup sehari-hari: pekerjaan, hubungan, dan pilihan moral.
Pesan praktis bagi orang percaya hari ini
Dialog uluh marah yang tersirat pada ayat ini menjelaskan bahwa iman bertumbuh ketika manusia menyambut kehadiran Kristus sebagai Tuhan yang berkuasa, sambil membiarkan Roh Tuhan memperbaharui hati mereka. Seiring kita melangkah, kita diajak mengikuti jejak para murid: berani menyembah, meski ada keraguan, sambil terus mencari penggenapan janji-Nya dalam kehidupan kita.
Quotations (pada bagian yang relevan): “yang diangkat oleh Henry, Barnes, dan Clarke menekankan otoritas dan kehadiran Kristus setelah kebangkitan.”