Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 28:19 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 28:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu murid-Ku, serta membaptiskan dia dengan nama Bapa, dan Anak dan Rohulkudus;
Matius 28:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 28:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Markus 16:15 (IDN) »
Lalu bersabdalah Yesus kepada mereka itu, "Pergilah kamu ke seluruh bumi, beritakanlah Injil itu kepada sekalian alam.

Kisah Para Rasul 2:38 (IDN) »
Maka kata Petrus kepada mereka itu, "Hendaklah kamu bertobat dan berbaptis masing-masing kamu dengan nama Yesus Kristus akan jalan keampunan dosamu, lalu kamu akan beroleh anugerah Rohulkudus.

Kisah Para Rasul 1:8 (IDN) »
Tetapi kamu akan beroleh kuasa kelak apabila Rohulkudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi bagi-Ku, baik di Yeruzalem, baik di seluruh tanah Yudea atau di Samaria, sehingga sampai ke ujung bumi."
Taklukkan Dunia dengan Amanat Agung: Makna Matius 28:19
Inti ayat ini adalah perintah Kristus kepada murid-murid-Nya untuk menjalani misi global: menjadikan semua bangsa murid-Nya dan membaptiskan mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Makna di balik kata-kata ini menekankan kedua aspek penting: pewartaan iman dan pembentukan komunitas berlandaskan baptisan dan pengakuan trinitas.
Latar belakang konteks
Ayat ini berada pada akhir kitab Matius, dalam pasal terakhir, setelah kebangkitan Yesus. Murid-murid telah menyaksikan tanda-tanda kuasa-Nya dan didorong untuk melayani umat manusia secara luas, bukan hanya di antara orang Yahudi. Pesan ini menegaskan bahwa instrumen-Nya adalah gereja yang terhubung dalam baptisan dan iman yang benar terhadap Allah Tritunggal.
Observasi interpretatif singkat
Inti tematik
Hubungan dengan ayat-ayat terkait
- Mark 16:15 menegaskan ajakan untuk memberitakan Injil ke seluruh ciptaan; secara tematik sejalan dengan mandat ini mengenai skala misi. - 2 Korintus 5:20 menggambarkan peran pengikut Kristus sebagai duta-duta Kristus, memberi konteks tentang tanggung jawab konsekuensial bagi mereka yang mengikut-Nya. - Roma 6:3-4 menyiratkan makna baptisan sebagai identifikasi dengan kematian dan kebangkitan Kristus, menegaskan signifikansi simbolik baptisan dalam iman.
Penjelasan singkat: Ayat-ayat pendamping ini menekankan bahwa tindakan memuridkan beriringan dengan pengakuan iman melalui baptisan, bukan sekadar retorika. Iman yang hidup menuntun tindakan praktis dalam memuridkan bangsa-bangsa.
Pelajaran praktis yang berimbang
Kaitan konseptual dalam bacaan sebelumnya
Sejak awal Injil Matius menekankan rencana Allah bagi bangsa-bangsa yang akhirnya menemukan pemenuhan dalam Kristus. Amanat ini menutup kesinambungan itu dengan menempatkan murid-murid sebagai agen-Nya di dunia.
Cepatnya rangkuman teopan
Makna utama ayat ini adalah ajakan misi yang menyeluruh: menjadikan semua bangsa murid Kristus dan membaptiskan mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Baptisan meneguhkan persekutuan dengan Allah Tritunggal dan identitas gereja sebagai kelompok murid yang hidup dalam tuntunan-Nya.
Catatan kutipan singkat dari sumber terdahulu (jika ada): “Pergilah kamu” adalah dorongan aktif yang konsisten ditemui dalam karya para penafsir terdahulu untuk menekankan sifat misi gereja.