Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 9:3 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 9:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi serta kedengaranlah kepada segala orang isi Gibeon barang yang telah diperbuat Yusak akan Yerikho dan Ai,
Yosua 9:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 9:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yosua 10:2 (IDN) »
maka ketakutanlah ia sangat, karena Gibeon itulah negeri yang besar, seperti salah sebuah negeri kerajaan, lebih besar dari pada Ai dan segala orangnya laki-lakipun berani.

Yosua 9:17 (IDN) »
Karena bani Israel telah berangkat, lalu pada hari yang ketiga sudah sampai kepada negeri-negerinya; adapun negeri mereka itu yaitulah Gibeon dan Khefira dan Bairut dan Kiryat-Yearim.

2 Samuel 21:1 (IDN) »
Bermula, maka pada zaman Daud adalah bala kelaparan berturut-turut tiga tahun lamanya, sebab itu dipinta oleh Daud doa di hadapan hadirat Tuhan, lalu firman Tuhan: Ia itu karena sebab Saul dan karena sebab isi rumah orang yang berutang darah, sebab sudah dibunuhnya orang Gibeon itu.
Yosua 9:3 (IDN) – Ringkasan dan Makna
Ayat ini menjelaskan respons orang-orang Gibeon ketika mereka mendengar bagaimana Yosua dan bangsa Israel telah menaklukkan Yerikho dan Ai. Mereka melihat kekuatan Israel dan pekerjaan Tuhan yang nyata atas tanah Kanaan, lalu mereka berupaya menggagalkan strategi Israel dengan tipu muslihat. Ayat ini menandai momen awal interaksi antara bangsa Israel dengan bangsa-bangsa di sekelilingnya, di mana empati, kecerdikan, dan konsekuensi dari ketidaklengkapan iman dapat terlihat secara kontekstual.
Makna utama ayat
Ayat ini menekankan bagaimana berita mengenai tindakan Allah atas Yerikho dan Ai menyebar luas, hingga memicu reaksi dari Gibeon. Mereka tidak langsung melawan Israel secara frontal, melainkan memilih jalan diplomasi yang keliru dengan berpura-pura berakun sebagai pengembara dari jauh. Inti dari bagian ini adalah kehadiran pengaruh Allah dalam sejarah, yang mempengaruhi keputusan orang-orang di sekelilingnya dan memperlihatkan bagaimana manusia merespons penyataan kuasa Allah dengan berbagai respons—ragu, takut, atau tipu muslihat.
Garis tema utama
Cross-references yang relevan
Pengamatan praktis
Ayat ini mengajak pembaca memperhatikan dua hal: (1) kekuatan Allah yang nyata memanggil respons manusia, dan (2) pentingnya berpegang pada integritas dalam berurusan dengan sesama, terutama ketika menghadapi tekanan dan godaan. Dalam konteks gereja, kita diajak untuk mengutamakan kebijakan yang lahir dari iman, kejujuran, dan penilaian yang berlandaskan firman Tuhan.
Ringkasan penutup
Yosua 9:3 menandai momen kebijakan manusia bertemu dengan kuasa Allah. Dari berita tentang penaklukan Yerikho dan Ai, muncul respon Gibeon yang berujung pada pertimbangan diplomasi yang keliru. Narasi ini menguatkan pelajaran bahwa Tuhan bekerja melalui kejadian historis, menuntun umat-Nya untuk hidup dengan integritas dan ketaatan terhadap rencana-Nya.
Cuplikan pemikiran tokoh berpendapat (ringkas)
Beberapa penjelasan klasik menyoroti bahwa reaksi Gibeon menggambarkan damai sejahtera manusia yang sering dipengaruhi rasa takut akan kehilangan. Namun, Allah tetap memelihara umat-Nya melalui intervensi dan ketetapan-Nya, meski jalannya manusia bisa keliru. (Catatan: ringkasan ini merangkum pandangan umum dalam literatur komentar publik-domain; tidak menyalin kutipan panjang tanpa konteks.)