Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 9:23 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 9:23 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sekarang tertanggunglah kutuk kepadamu; di antara kamu seorang juapun akan tiada, yang tiada menjadi hamba dan pembelah kayu dan penimba air bagi bait Allahku.
Yosua 9:23 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 9:23 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yosua 9:27 (IDN) »
Maka pada hari itu juga dijadikan Yusak akan mereka itu pembelah kayu dan penimba air bagi sidang itu dan bagi Mezbah Tuhan pada tempat yang dipilih Tuhan datang kepada hari ini.

Yosua 9:21 (IDN) »
Maka sebab itu kata segala penghulu kepadanya: Hendaklah juga kita menghidupi mereka itu, melainkan biar mereka itu menjadi pembelah kayu dan penimba air bagi segenap sidang itu. Maka jadilah seperti kata segala penghulu itu kepadanya;

Kejadian 9:25 (IDN) »
Maka katanya: Laknatlah si Kanaan; biarlah ia menjadi hamba segala hamba saudaranya.
Pemaknaan singkat: Kutuk tertanggung atas Yosua 9:23
Inti ayat ini menyatakan bahwa setelah tipu daya suku Gibea, mereka yang terlibat dalam kecurangan itu secara resmi ditegaskan tidak akan bebas dari konsekuensi: sebagian dari mereka akan menjadi hamba, tidak punya kemerdekaan untuk menghindar hingga peran pembelah kayu dan penimba air bagi bait Allah.
Latar belakang kontekstual
Peristiwa Yosua 9 terjadi ketika Israel damai dengan tetangga Gibea karena tipu muslihat mereka. Meskipun Israel telah menegakkan perjanjian damai, mereka kemudian mengetahui bahwa Gibea telah berbohong melalui identitas orang dari luar negeri yang membawa persyaratan pembebasan, sehingga rencana mereka dilanggar. Ayat 23 menegaskan bahwa tipu muslihat itu membawa konsekuensi kerja bagi orang Gibea di antara komunitas Israel.
Interpretasi singkat
Ayat ini menekankan bahwa kejahatan yang dilakukan dengan tipu daya tidak lepas dari pembalasan sosial maupun hukuman praktis. Kutuk di sini berfungsi sebagai peringatan bahwa semua pihak yang terlibat dalam tindakan yang menodai kesetiaan perjanjian akan menghadapi beban kerja sebagai bagian dari pemulihan situasi rohani dan sosial.
Pemikiran tematis
Rujukan silang yang relevan
1) Keluaran 12:43-45 menyinggung perihal larangan dan konsekuensi bagi yang tidak berpartisipasi penuh dalam perayaan Paskah, mengingat prinsip keutuhan perjanjian. Penekanan pada keikutsertaan dan langkanya hak istimewa bagi orang luar yang tidak sepenuhnya terikat pada perjanjian.
2) Ulangan 20:10-12 menilai bagaimana Israel mengatur hubungan dengan kota-kota musuh yang hendak ditaklukkan, termasuk kewajiban pelaksanaan hukum bagi setiap pihak dalam konteks perang dan damai. Menjadi kerangka bahwa kebebasan sipil dapat dibatasi demi tata urut perjanjian dengan Tuhan.
3) Hak atas perjanjian antara umat dengan Tuhan sering menuntut komitmen yang jelas; di sini konsekuensi publik tercipta melalui pekerjaan harian yang diperlukan bagi ritus ibadah.
Kutipan-kutipan singkat dari komentator berbahasa Inggris (PD lama)
Matthew Henry menekankan bahwa kebijakan ini menunjukkan bahwa kejahatan terhadap perjanjian tidak diabaikan, melainkan mendapat bentuk pembalasan sosial yang meneguhkan keadilan Tuhan. Alkitab berbahasa tegas tentang kehormatan perjanjian. “So this judgment upon them serves to preserve the peace and order of the people” (ringkasan konsep Henry).
Albert Barnes menyoroti bahwa pembagian tugas bagi orang Gibea—hamba, pembelah kayu, penimba air—mewakili beban kerja yang konsisten di komunitas rohani demi kelanjutan ibadah di bait Allah. “The punishment was not mere retribution, but a practical service demanded for the worship of God.”
Adam Clarke menafsirkan bahwa tindakan ini memperlihatkan bagaimana Tuhan menjaga kesetiaan umat-Nya terhadap perjanjian, meskipun melalui langkah yang membatasi kebebasan sipil sebagian penduduk dalam konteks pelayanan kepada Tuhan dan komunitas. “God’s people must sustain His worship, even by those who are bound in service.”
Soal praktis yang relevan
Amanat praktis
Ayat ini mengingatkan bahwa tindakan curang terhadap komitmen iman memiliki konsekuensi nyata dalam struktur komunitas. Dalam konteks gereja dan iman modern, penting untuk menjaga kejujuran, kesetiaan pada perjanjian Tuhan, serta mendukung pelayanan bersama. Pembawaan tugas dan peran pelayanan tidak semata soal hukuman, melainkan penyelenggaraan ibadah yang kudus bagi umat Allah.