Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 6:21 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 6:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka ditumpasnya segala sesuatu yang di dalam negeri itu, baik orang laki-laki atau perempuan baik orang muda atau orang tua sampai segala lembu domba dan keledaipun dengan mata pedang.
Yosua 6:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 6:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 18:21 (IDN) »
Maka diangkatlah oleh seorang malaekat yang kuat sebuah batu yang seperti batu kisaran rupanya, lalu dicampakkannya ke laut sambil katanya, "Dengan suatu pelempar yang sedemikian inilah kelak Babil, negeri besar itu, akan tercampak, dan sekali-kali tiada kelihatan lagi.

Yeremia 48:18 (IDN) »
Turunlah dari pada tempat kemuliaanmu, duduklah di tanah dengan berdahaga, hai puteri Dibon! karena pembinasa Moab sudah berangkat hendak mendatangi engkau, dibinasakannya kelak segala kota bentengmu.

Mazmur 137:8 (IDN) »
Hai puteri Babil, yang akan dibinasakan kelak! berbahagialah kiranya orang yang membalas kepadamu segala jahat yang telah kauperbuat akan kami.
Inti Interpretatif: Ketetapan Allah atas Yerikho dan Penegasan Hukuman Ilahi
Inti utama Yosua 6:21 adalah penegasan bahwa setelah umat Israel berhasil menaklukkan Yerikho melalui tahta kepemimpinan Allah dan ketaatan mereka, semua yang berada di dalam kota itu disapu bersih. Penuntasan tindakan ini menunjukkan keutuhan perintah Allah terhadap kota yang telah dihuni oleh orang-orang yang dianggap berbahaya bagi umat-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada pengecualian bagi siapa pun dalam kota Yerikho, tanpa memedulikan usia atau status sosialnya, dan juga termasuk ternak serta harta benda yang berada di dalam tembok itu.
Konteks sastra
Bagian ini merupakan puncak dari gambaran skenario penyitaan Yerikho setelah umat Israel melewati sungai Yordan. Tuhan memberikan pedoman tegas: umat-Nya harus menghapus semua yang ada di dalam kota sebagai bagian dari konsekuensi kegelapan yang menempati Yerikho. Penekanan pada mata pedang menyoroti kepastian hukuman ilahi dan tidak ada ruang untuk kompromi dalam menjalankan rencana Allah. Dalam konteks naratif, tindakan ini menegaskan bahwa kemenangan Israel bukan karena kekuatan manusia semata, melainkan karena otoritas dan janji Tuhan yang memimpin.
Signifikansi teologis
Ayat ini menegaskan konsep kehakiman ilahi terhadap bangsa-bangsa yang menolak Allah dan berpraktik kejahatan. Pada saat yang sama, peristiwa ini menyiapkan panggung bagi perlunya pemurnian umat Allah dari unsur-unsur yang bisa mengalihkan fokus pada penyembahan yang sejati. Meski demikian, kitab-kitab berikutnya juga menunjukkan bahwa belas kasihan Tuhan tetap ada bagi yang bertobat, sehingga peristiwa ini dimengerti sebagai bagian dari narasi keselamatan yang lebih besar.
Kaitan dengan bagian lain Alkitab
Hubungkan dengan: - Yosua 6:17–18, yang membangun konteks kewaspadaan terhadap perintah Tuhan dan menegaskan larangan mengambil harta yang diperintahkan untuk dipersembahkan kepada Tuhan. - Ulangan 20:16–18, yang memaparkan pola perintah serupa untuk kota-kota musuh yang tidak bersiap untuk berperang secara adil, menekankan pemurnian umat dari unsur-unsur ancaman roh kejahatan. - Hak-hak 11:20–21 dan 1 Samuel 15:3, yang menyinggung tema kehendak ilahi terhadap pemusnahan unsur-unsur penentang Allah dalam konteks sejarah keselamatan.
Konsep-konsep ini menegaskan bahwa Allah bekerja melalui tindakan yang kadang tampak keras dalam jalur-Nya untuk membawa umat kepada kesetiaan yang lebih dalam kepada-Nya.
Pertanyaan refleksi
Penutup singkat
Yosua 6:21 menegaskan bahwa kemenangan Israel terkait erat dengan ketaatan kepada perintah Tuhan dan keutuhan rencana-Nya. Ayat ini mengingatkan umat Allah untuk menjaga kemurnian hidup rohani, menyadari bahwa tindakan ilahi kadang menuntut keputusan yang tegas untuk menjaga kesetiaan terhadap Allah yang berkuasa.
Rujukan silang singkat
Beberapa rujukan relevan: - Kaitan dengan larangan mengambil harta milik Yerikho yang ditetapkan dalam pasal sebelumnya. - Nuansa kehakiman Ilahi yang juga muncul dalam peristiwa penaklukan kota lain dalam kisah kemahkotaan Tanah Perjanjian. - Pembacaan tematik tentang pemurnian umat sebelum memasuki Tanah Perjanjian.
Catatan: Kutipan langsung dari komentas tim yang disebutkan sebelumnya tidak tersedia secara eksplisit dalam teks ini; ringkasan ini merangkum pola interpretatif umum dari karya para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke tanpa menyalin teks panjang mereka. Jika Anda ingin, saya bisa menambahkan kutipan pendek yang relevan secara terpisah.