Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 6:20 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 6:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hata, maka orang banyak itupun bertempik soraklah apabila nafiri itu ditiup orang, karena baharu kedengaranlah bunyi nafiri kepada orang banyak itu, maka bersoraklah sekaliannya dengan nyaring suaranya, lalu pagar tembok itupun robohlah dan orang banyak itupun naiklah ke dalam negeri, masing-masing pada tempat yang di hadapannya, dan dialahkannya negeri itu.
Yosua 6:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 6:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ibrani 11:30 (IDN) »
Dari sebab iman juga roboh tembok negeri Yerikho, setelah sudah dikelilingi tujuh hari lamanya.

2 Korintus 10:4 (IDN) »
Karena senjata peperangan kami itu bukannya menurut keadaan dunia, melainkan kuasa Allah akan merobohkan kota yang teguh-teguh,

Yosua 6:5 (IDN) »
Maka akan jadi kelak apabila nafiri itu berbunyi berturut-turut serta terdengarlah kamu akan bunyi nafiri itu, hendaklah orang banyak itu sekalian bertempik sorak perang dengan nyaring suaranya, niscaya pagar tembok negeri itu akan roboh kelak dan orang banyak itu sekalian akan menaikinya, masing-masing pada tempat yang di hadapannya.
Setting ayat: Tancapkan tembok Yerikho (Yosua 6:20)
Ayat ini berada dalam bagian penaklukan Yerikho, ketika umat Israel mengikuti perintah Tuhan melalui Yosua. Setelah tujuh hari berjalan mengelilingi tembok kota, pada hari ketujuh nafiri ditiup, para prajurit bersorak, tembok dibongkar, dan umat Israel menaklukkan Yerikho sesuai janji Allah.
Apa yang diajarkan teks ini tentang Allah dan iman
Teks ini menegaskan bahwa kekuatan Allah bekerja melalui ketaatan yang penuh iman. Allah memberikan instruksi luar biasa, dan umat-Nya menanggapinya dengan patuh meskipun belum ada bukti fisik kejadian sebelumnya. Sorak sorai dan bunyi nafiri menjadi tanda bahwa kemenangan bukan karena kekuatan militer manusia, melainkan karena Tuhan berkenan dan memerintah umat-Nya.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Renungan singkat dari tokoh penafsir terkenal
Para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa keberhasilan Yakub istimewa pada ketaatan total kepada perintah Tuhan. Henry menekankan bahwa doa, iman, dan perintah Tuhan bekerja sama; Barnes menyoroti bahwa Allah memilih cara-Nya sendiri untuk membuktikan janji-Nya; Clarke menyoroti bahwa peristiwa ini menegaskan otoritas ilahi di atas kekuatan manusia. Catatan singkat dari para komentator menutup bahwa kemenangan ini bukan karena taktik militer, melainkan kehadiran Allah yang membimbing umat-Nya dalam setiap langkah iman.
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: semua rujukan menegaskan bahwa tindakan Allah dimanifestasikan melalui ketaatan umat-Nya terhadap perintah-Nya, dan iman yang sungguh memberi ruang bagi Allah bekerja dalam cara yang tidak terduga.
Penerapan bagi hidup sekarang
Ketika kita menghadapi tembok-tekunan dalam hidup—tantangan yang tampaknya mustahil—kunciannya adalah taat kepada perintah Tuhan meski terasa tidak logis. Doa yang rendah hati, ketaatan tepat waktu, dan kepercayaan bahwa Allah yang setia akan membenarkan janji-Nya. Seperti pasukannya, umat percaya dipanggil untuk menyingkapkan iman melalui tindakan, bukan hanya kata-kata, dan membiarkan Tuhan yang membuka jalan.