Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 23:6 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 23:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sebab itu hendaklah kamu merajinkan dirimu sangat dalam memeliharakan dan melakukan segala sesuatu yang tersebut dalam kitab taurat Musa dengan tiada menyimpang dari padanya ke kiri atau ke kanan.
Yosua 23:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 23:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ulangan 5:32 (IDN) »
Maka sekarangpun ingatlah kamu baik-baik, supaya kamu perbuat seperti firman Tuhan, Allahmu, kepadamu, dan jangan menyimpang dari padanya ke kiri atau ke kanan.

Ulangan 28:14 (IDN) »
dan jikalau tiada kamu menyimpang ke kiri atau ke kanan dari pada segala firman yang kupesan kepadamu pada hari ini, dan tiada kamu menurut dewa-dewa hendak berbuat bakti kepadanya.

Efesus 6:10 (IDN) »
Akhirnya: Hendaklah kamu menjadi perkasa di dalam Tuhan dan dengan kuat kuasa-Nya.
Yosua 23:6 (IDN) — Setting, peringatan setia, dan landasan iman
Ayat ini ditempatkan pada momen terakhir kepemimpinan Yosua sebelum umat Israel memasuki masa pembagian tanah. Yosua menasihati bangsa Israel untuk memegang teguh perjanjian dengan Tuhan, menjalankan hukum Taurat Musa tanpa menoleh ke kiri maupun ke kanan. Nada nasihat ini muncul sebagai respons atas realitas persaingan antara loyalitas kepada Allah dengan godaan untuk mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa kafir di sekeliling mereka.
Apa yang diungkap teks ini tentang Allah dan iman
Segala perintah Tuhan menuntut ketaatan penuh dan konsisten. Teks ini menegaskan bahwa hubungan dengan Allah bukan sekadar pilihan sesaat, melainkan komitmen hidup yang holistik. Ketetapan Tuhan tidak berubah dengan keadaan; kesetiaan umat kepada Taurat menjadi sakramen identitas sebagai umat yang dipanggil untuk hidup kudus di tengah dunia yang sering menunjuangkan jalan yang lebih mudah namun merusak imannya.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain menegaskan tema loyalitas mutlak kepada hukum Tuhan:
Penafsiran dari pewarta klasik (ringkas)
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa perintah Yosua adalah ajakan kepada komitmen rohani yang konsisten. Henry menyoroti bahwa ketaatan bukan sekadar kewajiban luar, melainkan kesetiaan hati kepada Tuhan. Barnes menekankan stabilitas iman saat berada dalam tekanan budaya sekitar. Clarke menambahkan bahwa hukum Tuhan membentuk karakter umat Tuhan secara menyeluruh, sehingga pilihan untuk tetap berpegang pada Taurat adalah perlindungan terhadap penyimpangan rohani.
Acuan singkat dari para komentator publik domain
Beberapa ungkapan kunci yang sering muncul antara lain: perlunya tekad internal untuk patuh, dan peringatan agar tidak mengadopsi jalan yang sempit karena pengaruh lingkungan. (Ringkas merujuk pada gaya komentar klasik; tidak menyalin teks asli secara verbatim.)
Aplikasi praktis untuk zaman kini
Di tengah berbagai pilihan hidup modern, ayat ini mengajarkan kita:
Intinya, Yosua 23:6 mengajak kita untuk merajinkan diri dalam memelihara dan melaksanakan seluruh perintah Tuhan tanpa menyimpang—meneguhkan identitas kita sebagai umat yang hidup berdasarkan Taurat-Nya, dalam kasih dan ketetapan-Nya yang abadi.