Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 23:14 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 23:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwasanya atas aku ini kelak berlaku seperti adat pada segala manusia, maka kamu ketahui dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, bahwa sepatah katapun tiada hilang dari pada segala perkataan yang baik, yang telah dikatakan Tuhan, Allahmu, akan hal kamu, bahwa semuanya telah berlaku atas kamu dan sepatah katapun tiada hilang dari pada sekalian itu.
Yosua 23:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 23:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Raja-raja 2:2 (IDN) »
Bahwa aku hendak pergi kepada jalan segala orang isi dunia ini, sebab itu hendaklah engkau bertetap hatimu dan kelakuanmu seperti orang laki-laki.

Imamat 26:3 (IDN) »
Maka jikalau kamu melakukan hukum-Ku dan menurut firman-Ku serta kamu berbuat akan dia,

Inti Interpretatif utama
Pisahkan antara janji Allah dan tanggung jawab manusia. Dalam Yosua 23:14, Yosua menegaskan bahwa setiap perkataan Tuhan yang baik, yang telah dia katakan tentang bangsa Israel, akan terpenuhi tepat pada waktunya. Tidak ada satu kata pun yang hilang atau gagal, meski waktu dan keadaan berubah. Respons manusia adalah menyadari dan menerima kepastian ilahi ini dengan segenap hati dan jiwa.
Konteks sastra
Yeroubaah terakhir dari kitab Yosua menandai penegasan perjanjian sebelum masa penggantian pemimpin. Yosua mengingatkan bangsa Israel tentang kesetiaan Allah setelah masa penaklukan. Perkataan ini muncul sebagai bagian dari pembaruan komitmen perjanjian: Allah setia, umat dipanggil taat, dan segala firman Tuhan menuntun langkah mereka ke depan.
Signifikansi teologis
Kaitan dengan pewarisan iman dalam Kitab Suci
Beberapa tokoh komentator bersaksi bahwa keandalan firman Allah menuntun umat untuk hidup dalam ketaatan yang berkelanjutan. Dalam gaya menasihati umat, Yosua menekankan bahwa apa yang Allah katakan secara historis menjadi kenyataan dalam realitas mereka. Meskipun konteks Israel kuno, prinsipnya berlaku bagi umat percaya: firman Allah adalah pedoman hidup yang tak pernah kehilangan kekuatan dan kebenarannya.
Referensi silang yang relevan
Penjelasan singkat untuk tiap referensi: Ulangan menekankan keadilan ilahi, 2 Samuel menegaskan otoritas dan pemenuhan janji, dan Yesaya menggambarkan efektivitas firman Tuhan yang bekerja sesuai tujuan-Nya.
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
Yosua 23:14 mengajak umat Tuhan untuk meresapi bahwa semua perkataan baik Tuhan yang telah dinyatakan akan terlaksana secara tepat waktu. Respons yang tepat adalah menyadari realitas ini dengan segenap hati dan jiwa, dan hidup menurut firman-Nya sebagai wujud kesetiaan kepada perjanjian Allah.
Catatan para penafsir terdahulu (kutipan singkat)
Matthew Henry menekankan kesetiaan Allah dalam menggenapi janji-Nya; Albert Barnes menyoroti hubungan antara ketaatan dan pemenuhan firman; Adam Clarke menekankan dampak praktis bagi umat dalam menjaga integritas perjanjian. Kutipan pendek yang relevan: “tiada hilang dari pada segala perkataan yang baik.”