Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yosua 15:1 Yosua 15:2 Yosua 15:3 Yosua 15:4 Yosua 15:5 Yosua 15:6 Yosua 15:7 Yosua 15:8 Yosua 15:9 Yosua 15:10 Yosua 15:11 Yosua 15:12 Yosua 15:13 Yosua 15:14 Yosua 15:15 Yosua 15:16 Yosua 15:17 Yosua 15:18 Yosua 15:19 Yosua 15:20 Yosua 15:21 Yosua 15:22 Yosua 15:23 Yosua 15:24 Yosua 15:25 Yosua 15:26 Yosua 15:27 Yosua 15:28 Yosua 15:29 Yosua 15:30 Yosua 15:31 Yosua 15:32 Yosua 15:33 Yosua 15:34 Yosua 15:35 Yosua 15:36 Yosua 15:37 Yosua 15:38 Yosua 15:39 Yosua 15:40 Yosua 15:41 Yosua 15:42 Yosua 15:43 Yosua 15:44 Yosua 15:45 Yosua 15:46 Yosua 15:47 Yosua 15:48 Yosua 15:49 Yosua 15:50 Yosua 15:51 Yosua 15:52 Yosua 15:53 Yosua 15:54 Yosua 15:55 Yosua 15:56 Yosua 15:57 Yosua 15:58 Yosua 15:59 Yosua 15:60 Yosua 15:61 Yosua 15:62 Yosua 15:63



Renungan Singkat tentang Yosua 15:46
Ayat ini adalah bagian dari daftar pembagian tanah suci kepada suku-suku Israel setelah perjanjian tanah di Tanah Kanaan. Dalam konteks pasal 15, Yehuda menerima pembagian wilayah yang luas dan kompleks, termasuk bagian di tepi Barat Ekeron. Ayat ini menekankan detail geografis yang penting bagi identitas suku Yehuda dan pemeliharaan warisan leluhur.
Ayat dalam konteks pasal
Yosua 15:46 melengkapi rangkaian batas wilayah Yehuda. Secara geografis, bagian ini menandai area di sisi barat Ekeron, dengan jangkauan ke arah Asdod beserta jajahannya. Informasi seperti ini penting untuk menegaskan batas-batas tanah perdaban suku dan meneguhkan pemenuhan nubuat serta janji Tuhan mengenai tanah bagi umat-Nya.
Gagasan utama ayat
Gagasan utama ayat ini adalah penetapan batas wilayah secara konkret. Batas-batas tanah bagi suku Yehuda menunjukkan bahwa Tuhan menepati janji-Nya dengan mengarahkan bangsa Israel ke wilayah yang menjadi bagian mereka. Detil geografis juga mempersiapkan kesatuan pemeliharaan, pertahanan, dan warisan bagi generasi yang datang.
Pelajaran rohani utama
Pelajaran utama yang relevan adalah ketetapan Tuhan dalam memberi warisan serta pentingnya mengelola dan menjaga aset rohani maupun jasmani dengan kesetiaan. Batas wilayah bukan sekadar geografi, tetapi juga simbol tanggung jawab umat untuk menghormati janji dan mengelola karunia Tuhan dengan penuh rasa syukur.
Perbandingan dengan bagian lain
- Janji Tuhan soal tanah di Tanah Perjanjian: Seperti bagian lain dalam kitab Yosua, bagian ini menunjukkan pemenuhan janji Tuhan kepada nenek moyang. Cross-reference: Ul 34:4-5 menegaskan bagaimana Tuhan memberikan negara bagi umat-Nya sesuai perjanjian.
- Pembagian tanah suku-suku lain juga menekankan prinsip batasan yang adil dan teratur, agar tidak terjadi sengketa di antara bangsa.
Aplikasi praktis
Hubungan silang (cross-references)
1) Ul 34:4-5 — Tuhan menunjukkan tanah tertentu sebagai bagian milik Israel, menggarisbawahi pemenuhan janji. Hubungan: menambah kontras antara pembuatan batas dan realisasi status kepemilikan.
2) Bil 26:52-56 — pembagian lahan menurut suku; menunjukkan prinsip organisasi dan keadilan dalam pembagian warisan.
3) Yer 33:25-26 — Tuhan menegaskan kestabilan janji-Nya; mensinyalir bahwa batas-batas tanah di bumi mencerminkan ketetapan ilahi.
Penjelasan singkat: Ketiga referensi ini menegaskan tema pemenuhan janji Tuhan melalui pembagian tanah dan batas wilayah, suatu motif yang menumbuhkan rasa tanggung jawab, kesetiaan, dan kehormatan terhadap perjanjian-Nya.
Ringkasan
Yosua 15:46 menegaskan bagian Yehuda di sisi barat Ekeron hingga wilayah yang mengarah ke Asdod dan jajahannya. Ayat ini, meski berupa rincian geografis, mengajak kita melihat bagaimana pemenuhan janji Tuhan berwujud dalam hal-hal yang konkret. Pembagian tanah menjadi simbol kepemilikan ilahi, tanggung jawab manusia, serta keharmonisan komunitas yang hidup di bawah pimpinan Allah.
Catatan redaksi: Beberapa karya pengkhotbah publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa pembagian tanah adalah tanda kedudukan, warisan, dan perwujudan perjanjian-Nya. Frasa singkat yang relevan dari para komentator ini dapat dipakai sebagai rujukan untuk memahami prinsip pemeliharaan janji Tuhan melalui batas-batas yang diatur-Nya.