Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 2:6 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 2:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bukankah sekalian itu akan mengangkat suatu perbahasaan akan halnya dan membuat beberapa ibarat akan dia, serta katanya: Wai bagi orang yang menambah-nambahkan barang yang bukan dia punya! Berapa lama, maka adalah ia seperti orang yang menenggelamkan dirinya dalam utang.
Habakuk 2:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 2:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Bilangan 23:7 (IDN) »
Maka dimulai Bileam mengatakan misalnya, sabdanya: Bahwa Balak, raja Moab itu, telah menyuruh aku datang dari Aram, dari gunung-gunung yang di sebelah timur, titahnya: Marilah engkau, kutukilah bagiku akan Yakub! marilah engkau, serahkanlah Israel kepada kebinasaan!

Ayub 20:15 (IDN) »
Barang yang sudah ditelannya itu akan dimuntahkannya kembali, Allah juga yang akan mengeluarkan dia dari dalam perutnya.

Yesaya 14:4 (IDN) »
pada masa itu kamu akan mengangkat nyanyian ini akan hal raja Babil itu, bunyinya: Bagaimana kesudahannya si pengimpit, kesudahannya si penganiaya!
Habakuk 2:6 (IDN) - Latar Belakang dan Makna Teologis
Ayat ini muncul dalam bagian wahyu yang memuat kecaman terhadap orang yang menimbun hutang dan menambah utang tanpa batas, sebagai bagian dari sumpah Allah terhadap kejahatan bangsa-bangsa. Habakuk menulis godaan dan kecongkakan orang fasik, lalu Allah menegaskan bahwa mereka akan dibalikkan melalui penghakiman. Dalam konteks ini, ayat 6 menonjolkan potret perobekan moral: barang siapa menambah utang tanpa hak guna akan mengalami pembalasan karena dominasi keserakahan mereka.
Makna utama ayat
Ayat ini menegaskan bahwa perbuatan menambah hutang tanpa hak kepemilikan yang sah akan membuat orang fasik sendiri terdesak oleh laknat dan pembalasan. Perumpamaan “mengangkat suatu perbahasaan” dan “membuat beberapa ibarat” menekankan bahwa para penambah utang dipermalukan secara publik melalui pembalasan yang mirip dengan permainan kata-kata dan laknat yang menyertai tindakan mereka. Intinya, Allah membongkar tipu daya kelompok yang hidup berdasarkan praktik hutang-pihutang yang tidak adil.
Tema utama
Hubungan dengan bagian lain dalam kitab Habakuk
Ayat ini berhubungan erat dengan wahyu tentang penghakiman terhadap bangsa-bangsa yang durhaka. Seperti nubuat lainnya dalam pasal ini, ayat 6 menyiapkan jalur bagi gambaran universal tentang keadilan Allah yang membongkar kedurhakaaan dan menegakkan hak-hak yang terampas. Perikop ini sejalan dengan pasal-pasal yang menyoroti kecongkahan manusia dan perlunya percaya kepada Tuhan meski situasi kelam.
Cross-referensi yang relevan
Penjelasan singkat: Ketiganya menegaskan bahwa niat dan tindakan menguasai tanpa keadilan memicu konsekuensi Tuhan bagi pelaku, sementara iman kepada Tuhan menuntun hidup yang adil dan bebas dari lingkaran utang yang merugikan sesama.
Konteks praktis
Ayah-ibu iman di gereja, ayat ini mengajak kita menilai pola keuangan pribadi dan tata kelola harta. Hindari praktik utang yang tidak sehat, jaga integritas dalam perjanjian dan kontrak, serta tekad hidup sederhana sesuai kehendak Tuhan. Allah tidak membiarkan kejahatan dengan keuntungan sesaat; ada keadilan yang akhirnya ditegakkan.
Penutup ringkas
Habakuk 2:6 menegaskan bahwa kejahatan keserakahan melalui utang akan dibalikkan. Allah yang benar tidak membiarkan pelanggaran hak milik berlarut-larut; Ia memampangkan kecerdikan palsu dan menegakkan keadilan bagi mereka yang tertindas. Percayalah pada Tuhan, hiduplah dengan integritas, dan hindari jebakan utang yang merusak relasi serta iman.