Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 2:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Wai bagi orang yang memberi minum akan kawannya, yang menambahkan pula bocong anggurnya dan lagi memabuki, hendak melihat ketelanjangannya!
Habakuk 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 2:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 51:7 (IDN) »
Bahwa Babil telah jadi seperti piala keemasan pada tangan Tuhan, yang memabuki segenap isi bumi; segala bangsa sudah minum dari pada air anggurnya, sehingga menjadi gila semuanya.

Kejadian 9:22 (IDN) »
Maka terlihatlah Ham, bapa Kanaan itu, akan ketelanjangan bapanya, lalu pergilah ia memberitahu kepada kedua saudaranya, yang di luar.

Wahyu 17:6 (IDN) »
Maka aku tampak perempuan itu mabuk darah, yaitu darah segala orang suci dan darah segala saksi Yesus itu. Maka heranlah aku melihat dia dengan heran yang amat sangat.
Habakuk 2:15 (IDN) — “Wai bagi orang yang memberi minum akan kawannya, yang menambahkan pula bocong anggurnya dan lagi memabuki, hendak melihat ketelanjangannya!”
Gambaran umum: Ayat ini adalah bagian dari v. 12–20 dalam Bab 2 Habakuk yang berfungsi sebagai kutub etika Allah terhadap kejahatan sosial. Di sini, profetik Habakuk mengecam praktik orang fasik yang memanfaatkan kekuasaan dan kesenangan untuk menjatuhkan sesama. Ungkapan gamblangnya tentang memberi minum dan memabukkan untuk melihat ketelanjangan menunjukkan pola penindasan melalui pesta pora yang merendahkan martabat manusia lain. Ayat ini menegaskan bahwa Allah memperhitungkan tindakan kejam yang dilakukan dengan tipu muslihat, hiburan, dan kesombongan, sehingga keadilan-Nya akhirnya akan memuncak untuk menghukum pelaku.
Ayat dalam konteks pasal
Habakuk 2 menonjolkan respons Tuhan terhadap ketidakadilan yang meluas di antara bangsa-bangsa. Ayat 15 menyoroti tindakan memanfaatkan kekuasaan untuk menimbulkan aib pada sesama, bukan untuk mengangkat atau melindungi mereka. Perbuatan itu bukan sekadar hiburan; ia adalah pembongkaran nilai kemanusiaan—menyebar rasa malu dan merendahkan martabat manusia demi kepuasan sendiri. Dalam konteks kitab ini, nabi menantang pengamat sosial untuk melihat konsekuensi jahat dari suatu pesta yang sengaja merusak citra orang lain demi kepentingan diri.
Pelajaran rohani utama
Perbandingan dengan bagian lain Alkitab
Perikop ini selaras dengan ajaran kitab Amsal mengenai mata selalu melihat perbuatan jahat, serta dengan peringatan Yeremia tentang keadilan sosial. Misalnya, Alkitab menekankan bahwa perbuatan memeras orang lemah dan menekan hak-hak mereka mengundang nasihat ilahi untuk bertobat. Pada akhirnya, Allah menilai tindakan yang mempermalukan dan mengeksploitasi orang lain, sama seperti perbuatan aniaya yang tidak luput dari perhatian-Nya.
Penafsiran praktis
Dalam kehidupan sehari-hari, ayat ini mengajak pembaca untuk waspada terhadap budaya pesta yang menghalalkan perilaku egois. Ketika kita melihat cara orang menggunakan kekuasaan atau kenyamanan untuk mengekang martabat orang lain, kita diundang untuk meninjau kembali motif kita sendiri dan menghindari tindakan yang mengurangi harga diri sesama. Allah memurkai kejahatan seperti ini, dan kita dipanggil hidup dengan integritas, menjaga martabat setiap orang tanpa memanfaatkan kelemahan mereka untuk kepuasan pribadi.
Rujukan silang yang relevan
- Ul. 24:17: Ancaman atas tindakan mempermalukan sesama; menggarisbawahi bahwa perlakuan tidak adil tidak luput dari penglihatan Allah.
- Matius 7:12: Prinsip memperlakukan sesama sebagaimana kita ingin diperlakukan, menolak kebiasaan mengeksploitasi orang lain demi kesenangan pribadi.
- Yakobus 5:1-6: Peringatan terhadap mereka yang menindas pekerja serta menikmati kekayaan sambil menindas orang miskin, menunjukkan bahwa ketidakadilan sosial mendapat perhatian Tuhan.
Aplikasi singkat
Berhentilah jika Anda melihat praktik merendahkan sesama demi keuntungan pribadi. Usahakan keadilan di lingkungan kerja, keluarga, dan komunitas. Pertimbangkan isyarat moral: jika pesta atau hiburan menimbulkan malu atau kehinaan bagi orang lain, hal itu bertentangan dengan iman yang hidup. Doakan pertumbuhan karakter yang menolak eksploitasi, sambil mendorong struktur yang melindungi martabat semua orang.
Intisari
Habakuk 2:15 memperingatkan bahwa tindakan yang memanfaatkan kekuasaan untuk merendahkan sesama tidak luput dari pengamatan Allah. Selalu ada konsekuensi etis bagi tindakan yang meniadakan martabat manusia demi kesenangan pribadi. Keadilan Allah akan menegakkan hak-hak mereka yang teraniaya, dan umat percaya dipanggil hidup dengan integritas yang menjunjung martabat setiap manusia.
Cuplikan singkat yang relevan dari tokoh-tokoh penafsir beredar dalam tradisi, seperti Henry, Barnes, dan Clarke, menyiratkan bahwa tindakan menyesatkan untuk kepuasan pribadi adalah bentuk kekejaman sosial yang disorot sebagai praktik tidak berkenan di hadapan Allah. (Penyebutan kutipan langsung akan disertakan hanya jika tersedia secara ringkas.)
Referensi silang di atas menjaga fokus pada keadilan sosial dan panggilan hidup kudus di tengah budaya yang kadang mengagungkan pesta tanpa memperhatikan martabat sesama.