Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 2:19 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 2:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Wai bagi orang yang berkata kepada kayu: Jagalah engkau! Dan kepada batu yang diam itu: Bangunlah engkau! Bolehkah ia itu mengajar dia? Bahwasanya jikalau ia itu disalut dengan perak atau dengan emas sekalipun, maka tiada juga nyawa atau nafas di dalamnya.
Habakuk 2:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 2:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 135:17 (IDN) »
ia bertelinga tetapi tiada dapat mendengar, dan lagi nafaspun tiada dalam mulutnya.

Yeremia 10:4 (IDN) »
Dihiasinya dengan emas dan perak, diteguhkannya dengan paku dan pukul besi, supaya jangan ia itu tergoncang.

1 Raja-raja 18:26 (IDN) »
Maka diambil oleh mereka itu akan lembu muda seekor, yang diberikannya kepada mereka itu, lalu disediakannya lembu itu dan berserulah mereka itu kepada nama Baal dari pada pagi sampai kepada tengah hari, katanya: Ya Baal! sahut apalah akan kami! Tetapi bunyi suarapun tiada, sahutpun tiada. Maka berlompat-lompatanlah mereka itu keliling mezbah yang telah diperbuatnya itu.
Makna langsung Habakuk 2:19
Ayat ini menegaskan bahwa pemujaan terhadap objek buatan seperti kayu atau batu yang diam tidak memberi hidup, arahan, atau keselamatan. Pujian kepada berhala yang dibuat manusia tidak memiliki nilai; bahkan jika diberi hiasan perak atau emas, tetap tidak ada jiwa atau napas di dalamnya. Sampai di sini, nubuat Habakuk menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya sumber hidup dan pemimpin umat-Nya, bukan benda mati yang dibentuk manusia.
LATAR BELAKANG KONTEKS
Habakuk berbicara pada bangsa yang menaruh kepercayaan pada penyembahan berhala dan praktik-praktik kultus di sekitar mereka. Bab 2 mennunjukkan Allah akan menegakkan keadilan dan menghukum kesombongan bangsa yang mengandalkan benda-benda buatan. Ayat 19 menonjolkan ironi dan kemustahilan mengandalkan benda mati untuk membimbing atau menuntun hidup manusia.
PELAJARAN INTERPRETASIONAL
PENDEKATAN SISTEMATIS & RINTISAN KITAB SUCI
Beberapa tafsiran klasik menekankan bahwa pernyataan ini menuntun umat untuk melihat Allah sebagai satu-satunya sumber hidup dan petunjuk. Dalam konteks kitab Habakuk, umat didorong untuk percaya bahwa Allah berkuasa membangkitkan keadilan meskipun situasi tampak tidak adil.
DOA BERSAMA & PRAKTIK PRAKTIS
KUATKAN HUBUNGAN KEKASIHAN ALKITAB
Beberapa rujukan silang yang relevan (tanpa mengutip teks secara lengkap):
Tersirat dalam tema-tema ini adalah ajakan untuk menempatkan iman pada Allah yang hidup, yang memberikan arah, hidup, dan makna bagi setiap langkah kita.
INTI PRAKTIS
Berpeganglah pada Allah yang hidup sebagai sumber bimbingan. Hindari alih-alih mengandalkan benda mati, dan jadikan kepercayaan kita sebagai respons nyata dalam hidup sehari-hari melalui doa, ketundukan, dan ketaatan kepada Allah yang berkuasa menyinari jalan kita.
Quotations note: Dalam sumber-sumber berbahasa Inggris klasik yang diacu, Matthew Henry menekankan bahwa berhala tidak bisa memberi petunjuk; Adam Clarke menyoroti kekosongan hidup dalam benda mati; Albert Barnes menegaskan penolakan pada penyembahan ciptaan demi Tuhan yang hidup. Namun, tidak ada kutipan teks panjang yang diulang di sini; konsep inti diintegrasikan secara sinergis ke dalam pembahasan ini.