Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 2:2 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 2:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Pada masa itu sahutlah Tuhan kepadaku, firman-Nya: Suratkanlah khayal ini dan ukirkanlah dia pada loh batu, supaya ia itu dapat dibaca oleh segala orang yang lalu.
Habakuk 2:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 2:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 30:8 (IDN) »
Maka sekarangpun marilah, ukirlah ini pada sekeping papan loh bagi mereka itu dan suratkanlah ini di dalam sebuah kitab, supaya itu tinggal sampai selama-lamanya.

Wahyu 14:13 (IDN) »
Maka kudengar suatu suara dari langit berkata, "Suratkanlah seperti yang demikian ini: Berbahagialah segala orang yang sudah mati, yaitu mati di dalam Tuhan daripada sekarang ini. Bahkan, kata Roh itu, mereka itu akan berhenti daripada segala kelelahannya; karena segala perbuatannya mengikut menyertai mereka itu."

Wahyu 1:18 (IDN) »
dan yang hidup. Aku sudah mati, maka tengoklah, sekarang Aku hidup selama-lamanya, serta ada pada-Ku anak kunci maut dan alam maut.
Habakuk 2:2 (IDN) — Pencatatan Surat dan Pencetakan Kotak Pesan
Ayat ini muncul dalam konteks Habakuk yang menantikan jawaban Tuhan atas pertanyaan-pertanyaannya tentang keadilan dan penindasan. Tuhan mengarahkan nabi untuk menuliskan nubuat dengan jelas dan membuatnya permanen sehingga semua orang yang lewat dapat membacanya. Tujuan utama adalah memperjelas maksud Allah tentang rencana-Nya meski jalannya belum akan terwujud segera.
Makna pokok
Tuhan memerintahkan Habakuk untuk menuliskan visi dengan tegas dan menempatkannya pada loh batu, yakni media permanen. Ini menegaskan bahwa firman Allah akan dilaksanakan pada waktunya, meski umat mungkin menanggung kesabaran sementara. Surat yang jelas dan mudah dibaca mengurangi kebingungan dan meningkatkan iman pada rencana Allah yang bertekun.
Tiga tema penting
Hubungan dengan bagian-bagian lain Alkitab
Beberapa bagian lain menekankan perlunya firman Allah menjadi jelas dan diingat. Misalnya:
Refleksi praktis
Bagaimana kita merespons perintah tulisan ini hari ini?
Kait silang singkat
Beberapa penjelasan para penafsir terdahulu menekankan kepentingan catatan nubuat sebagai alat penguatan iman. Dari Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, ide umum yang relevan adalah kepastian hukum firman Allah dan perlunya umat berpegang pada visi ilahi meskipun tidak semua detailnya segera terlihat.
Aplikasi rohani
Ambil arah dari ayat ini untuk memperteguh iman: tuliskan janji-janji Allah dalam doa dan pembacaan harian; biarkan firman yang tertulis itu membentuk pola hidup yang setia dan berujung pada kenyataan pemenuhan ilahi di waktunya.
Rangkuman singkat
Tuhan memerintahkan Habakuk untuk menuliskan nubuat secara jelas dan menempatkannya sebagai saksi yang terus dibaca. Maksudnya: firman Allah itu kekal, dapat dimengerti, dan akan digenapi pada saat-Nya, meskipun umat menanti dengan sabar. Kunci iman adalah ketekunan pada pesan-Nya yang disampaikan dengan jelas.
Cross-references singkat
Yesaya 40:8 — firman Tuhan tetap tegak; 2 Timotius 3:16-17 — firman Allah membimbing dan melatih; Mazmur 119:111 — hukum Tuhan menjadi warisan bagi generasi berikutnya.