Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 2:3 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 2:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena khayal itu lagi bagi suatu masa yang tertentu, tetapi menyengajakan juga kesudahannya dan tiada ia itu akan dusta; jikalau ia itu berlambatan, hendaklah kamu menantikan dia, karena ia itu sungguh akan datang dan tiada ia itu tertinggal.
Habakuk 2:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 2:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 27:14 (IDN) »
Nantikanlah akan Tuhan; pertetapkanlah hatimu, maka Iapun akan meneguhkan hatimu kelak, bahkan, nantikanlah akan Tuhan!

Ratapan 3:25 (IDN) »
Baiklah Tuhan kepada barangsiapa yang menantikan Dia, dan kepada hati yang mencahari Dia.

Ibrani 10:36 (IDN) »
Karena tekun yang wajib bagimu, supaya setelah sudah melakukan kehendak Allah, kamu boleh memegang perjanjian itu.
Habakuk 2:3 (IDN): Mengantisipasi Waktu Allah yang Realistis
Ayat ini menekankan bahwa nubuat yang diberikan kepada Habakuk memiliki masa tertentu. Meskipun waktunya berlalu, pesan itu pasti akan terwujud pada akhirnya. Ketidakterburu-buruan manusia tidak mengubah rencana Allah; jika penantian terasa lama, tetaplah percaya karena “ia itu sungguh akan datang dan tiada ia itu tertinggal.” Ayat ini menguatkan iman orang percaya di tengah ketidakpastian sejarah bangsa Israel dan, pada puncaknya, dihadapkan pada pemenuhan janji keselamatan dalam waktu Allah.
konteks asli
Surat Habakuk mencatat dialog antara nabi dan Allah ketika bangsa Yehuda menghadapi ancaman bangsa-bangsa asing. Habakuk mengeluhkan keadilan ilahi karena kejahatan tampaknya berlangsung lama tanpa respons. Dalam pasal 2, Allah menegaskan bahwa Dia akan menilai bangsa-bangsa melalui suatu program yang terarah: nubuat yang disampaikan akan memiliki waktu pastinya, meski manusia menilai menurut kecepatan mereka sendiri. Ayat 3 menegaskan bahwa Allah bekerja secara progresif dan tepat waktu, bukan sebagai kejadian tiba-tiba tanpa rencana.
intisari pesan
Pemazmuran teks ini mengajak pembaca untuk menahan diri dari spekulasi mengenai kapan pemenuhan janji Allah akan terjadi. Waktunya sudah ditetapkan, meskipun manusia tidak selalu melihat tanda-tanda dengan segera. Keyakinan utama adalah ketaatan dan kesabaran dalam iman, karena Allah tidak berbohong atau terlambat; waktu-Nya sempurna untuk tujuan-Nya.
tema pendukung dalam Alkitab
cross-references (singkat, tanpa kutipan penuh)
1) 2 Petrus 3:9 – Allah sabar dalam memberi kesempatan bertobat; pemenuhan janji-Nya memiliki tujuan. Perhatikan ritme sabar Allah yang memedulikan umat-Nya.
2) Habakuk 1:5 – Allah mengajak umat-Nya memperhatikan pekerjaan-Nya yang besar meski di mata manusia tampak tidak masuk akal.
3) Galatia 4:4-5 – pada masa yang ditetapkan, Allah mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan manusia, menunjukkan bahwa waktu-Nya terorganisir dengan penuh kasih.
devosi pendek
Ketika kita menunggu jawaban Allah atas doa-doa kita, kita dipanggil untuk menanam pengharapan yang kokoh. Ingatlah bahwa Allah tidak berjanji cepat, melainkan tepat waktu. Latih hati untuk tetap taat, menyerahkan kekhawatiran, dan percaya bahwa rencana-Nya bekerja dalam sejarah hidup kita, meski kita tidak selalu memahami cara-Nya.
kutipan penjabat komentar (singkat)
Matthew Henry menekankan bahwa nubuat memiliki masa tertentu dan tidak gagal; ketika waktunya datang, semuanya akan terlihat jelas. Albert Barnes menyoroti bahwa kata-kata ini menantang sikap impatient manusia yang ingin segera melihat pemenuhan. Adam Clarke menegaskan bahwa penantian perlu dibarengi iman, karena Allah berpegang pada janji-Nya dengan kesetiaan sempurna.
Catatan singkat: tidak ada kutipan panjang dari tokoh-tokoh tersebut yang ditampilkan di sini, hanya ringkasan sifat ajaran mereka terkait konteks Habakuk 2:3.
Referensi silang singkat:
- 2 Korintus 1:20 sendiri menekankan bahwa ya adalah ya, tidak adalah tidak, pernyataan Allah penuh kepastian.
- Yesaya 53 mengingatkan bahwa waktu penebusan-Nya tepat pada waktunya; pemenuhan janji Allah tidak tergesa-gesa, namun pasti.
- Matius 24:42-44 mengingatkan perlunya berjaga-jaga karena waktu kedatangan Tuhan tidak diketahui manusia.