Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Samuel 10:6 Tafsiran ayat Alkitab
2 Samuel 10:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hata, setelah diketahui bani Ammon, mereka itu sudah membusukkan dirinya di hadapan Daud, maka utusanlah bani Ammon pergi mengupah orang Syam dari Bait-Rekhob dan orang Syam dari Zoba, semuanya dua puluh ribu orang yang berjalan kaki dan dari pada raja Maakha seribu orang dan dari pada orang Tob dua belas ribu orang.
2 Samuel 10:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Samuel 10:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Samuel 8:5 (IDN) »
Maka datanglah orang Syam dari Damsyik hendak membantu Hadad-ezar, raja Zoba, tetapi dialahkan Daud akan orang Syam itu, mati dua puluh ribu orang.

2 Samuel 8:3 (IDN) »
Dan lagi dialahkan Daud akan Hadad-ezar bin Rekhob, raja Zoba, pada masa ia pergi meluaskan pemerintahannya sampai ke sungai Ferat.

Kejadian 34:30 (IDN) »
Maka kata Yakub kepada Simeon dan Lewi: Bahwa kamu telah mengharu-birukan daku dan membusukkan namaku di antara segala orang yang mendiami negeri ini, yaitu di antara orang Kanani dan di antara orang Ferizi; maka kita ini orang yang sedikit jua bilangannya, jikalau dikerahkan mereka itu kawan-kawannya hendak melawan kita, tak dapat tiada dialahkannya akan daku dan dibinasakannya aku serta dengan segala isi rumahkupun.
Setting: Upaya Ammon untuk Menghadapi Daud (2 Samuel 10:6)
Pada saat Daud mengetahui bahwa bani Ammon membusukkan diri di hadapannya, orang Ammon menganggap dirinya terpojok dan kehilangan kepercayaan diri. Mereka menolak Daud sebagai penguasa Israel dan mencari bantuan luar untuk melawan Daud. Keputusasaan ini memicu mereka memilih jalan bersekutu dengan bangsa lain, yaitu Syam, untuk memperkuat pasukan mereka.
Apa yang ditegaskan teks tentang Allah, iman, dan iman manusia
Teks ini menampilkan tema kepercayaan manusia yang tergoyahkan pada kekuatan sekutu dan pasukan besar, alih-alih mengandalkan perlindungan Allah. Allah yang setia memegang kendali atas peristiwa, bahkan ketika raja-raja manusia merencanakan persekutuan militer untuk menakut-nakuti musuh. Dalam konteks kitab Samuel, Tuhan sering menguatkan raja yang setia kepada-Nya; namun, respons Ammon menunjukkan ketidakpercayaan mereka kepada perlindungan Allah dan lebih mengandalkan kebijakan militer manusia.
Kata kunci dan gambaran penting
Bahasa dan makna penting
Ayat ini menonjolkan aksi persiapan perang: utusan-amun mengirim pasukan gabungan dari dua wilayah Syam serta tambahan dari raja Maakha dan orang Tob. Frasa “mereka membusukkan dirinya di hadapan Daud” menandai kehilangan reputasi dan keengganan untuk menghadapi Daud secara langsung, memaksa mereka mencari bantuan politik dan militer eksternal.
Rujukan lintas terkait
Penjelasan singkat mengenai hubungan: rencana Ammon mencerminkan kecenderungan manusia untuk mencari perlindungan pada kekuatan duniawi, sedangkan perlawanan Daud mengilustrasikan bagaimana bangsa Allah sering mengandalkan Tuhan sebagai pelindung dan penentu hasil perang.
Peringatan dan pelajaran bagi jemaat masa kini
Dalam tekanan dan ancaman, kecenderungan alami adalah mengandalkan kekuatan manusia—sekutu politik, aliansi militer, atau strategi duniawi. Kisah ini mengingatkan kita agar tetap menaruh kepercayaan pada Allah dalam segala rencana hidup. Allah dapat mengarahkan jalan kita melalui keberanian iman, tanpa kehilangan realitas akan ancaman di sekitar kita. Ketika manusia menutup diri pada perlindungan Tuhan, hasilnya bisa berupa kebanggaan yang runtuh dan kebutuhan akan solusi duniawi yang tidak memberi damai sejati.
Aplikasi praktis
Quotations from public-domain commentators (ringkas):
Adam Clarke menekankan bahwa kepercayaan manusia sering beralih ke persekutuan duniawi ketika iman kurang kuat. Albert Barnes menyoroti bahwa ancaman besar sering memicu reaksi rasa takut yang mendorong tindakan penuh perhitungan. Matthew Henry menekankan bahwa ketergantungan pada Allah menguji kepatuhan raja-raja Israel dalam menghadapi tantangan eksternal. Versi bahasa Indonesia IDN mempertahankan nuansa kehendak ilahi di balik dinamika perang dan kebijakan manusia.
Inti teks: Ammon menempuh aliansi militer karena takut menghadapi Daud; di balik itu, tema iman menguji kepercayaan pada Allah sebagai pelindung utama bangsa-Nya.