Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Samuel 10:7 Tafsiran ayat Alkitab
2 Samuel 10:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Serta kedengaranlah hal itu kepada Daud, disuruhkannya Yoab dan segala orang pahlawan serta dengan segenap tentara itu.
2 Samuel 10:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Samuel 10:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Samuel 23:8 (IDN) »
Bermula, maka inilah nama segala pahlawan yang pada Daud: Yosyeb-Basyebet bin Takhkemoni, kepala segala penghulu, iapun bergelar penyucuk dan penikam lembing, sebab ditikamnya akan delapan ratus orang dalam sekali saja berperang.

1 Tawarikh 19:8 (IDN) »
Serta kedengaranlah hal itu kepada Daud, disuruhkannyalah Yoab dengan segala pahlawan tentara itu.
2 Samuel 10:7 (IDN) — Laporan kepada Daud tentang Yoab dan Tentara
Rangkaian peristiwa terjadi setelah rencana Daud untuk menegakkan perjanjian dengan bangsa Amon. Ketika Ammon dan orang Moab bersatu melawan Daud, Daud mengutus Yoab sekaligus seluruh orang perang Israel untuk menghadapi mereka. Ayat ini menegaskan bahwa Daud mendapatkan kabar tentang tindakan Yoab dan pasukannya segera setelah musuhnya sedang dihadapi. Narasi ini menempatkan Yoab sebagai pemimpin lapangan yang tegas, namun tetap di bawah otoritas Daud sebagai raja.
Iman dan pemeliharaan Allah dalam konteks perang
Ada penekanan bahwa meski manusia merencanakan dan bertindak dengan strategi militer, Tuhan tetap memegang kendali atas jalan perang dan hasil akhirnya. Teks menunjukkan bahwa rencana umat Allah tidak berhenti pada tingkat manusia saja; Tuhan bekerja melalui kepemimpinan dan tindakan konkret di medan perang. Dalam konteks ini, langkah Daud untuk mengutus Yoab dan segenap pasukan mencerminkan kombinasi tanggung jawab manusia dan kepercayaan kepada bimbingan Tuhan yang memberi kemenangan atau pelajaran melalui pertempuran.
Penjelasan kata kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian Alkitab yang memberi konteks serupa tentang kepemimpinan manusia dalam kerja Allah melibatkan ketergantungan pada hikmat Tuhan:
Penjelasan singkat mengenai hubungannya: meskipun Yoab dan pasukan berperan penting, pengikut Allah diungkapkan sebagai agen yang bekerja dalam rencana-Nya, bukan sebagai penyelenggara tunggal kemenangan.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Ayat ini mengingatkan kita untuk menghargai otoritas yang Allah tetapkan dalam kehidupan kita—kepemimpinan yang mengarahkan usaha kita dengan integritas dan strategi yang bijaksana. Namun, kita juga dipanggil untuk menempatkan kepercayaan pada Allah saat merencanakan tindakan besar, termasuk mengandalkan doa, hikmat, dan kerendahan hati ketika berhadapan dengan tantangan. Dalam pekerjaan, keluarga, atau komunitas gereja, kita dapat belajar:
Kutipan tokoh tafsir (potongan singkat)
Matthew Henry menekankan bahwa Allah sering bekerja melalui alat manusia-Nya. Albert Barnes memberi gambaran bahwa rencana manusia perlu diselaraskan dengan kuasa ilahi. Adam Clarke menyoroti pentingnya disiplin kepemimpinan dalam menghadapi ancaman. (Catatan: tidak menyalin teks panjang; referensi ini dipakai sebagai kerangka interpretatif umum.)
Inti ajaran ayat ini adalah keseimbangan: manusia bertanggung jawab atas tindakan praktisnya, namun kepercayaan utama tetap pada Tuhan yang mengarahkan jalannya sejarah, termasuk jalur perang dan perdamaian di antara bangsa-bangsa.