Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Samuel 10:8 Tafsiran ayat Alkitab
2 Samuel 10:8 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka keluarlah bani Ammon, lalu diaturnya ikatan perangnya di hadapan pintu gerbang, tetapi segala orang Syam dari Zoba dan Rekhob dan segala orang dari Tob dan Maakha itu berdiri pada tempatnya sendiri di padang.
2 Samuel 10:8 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Samuel 10:8 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Samuel 10:6 (IDN) »
Hata, setelah diketahui bani Ammon, mereka itu sudah membusukkan dirinya di hadapan Daud, maka utusanlah bani Ammon pergi mengupah orang Syam dari Bait-Rekhob dan orang Syam dari Zoba, semuanya dua puluh ribu orang yang berjalan kaki dan dari pada raja Maakha seribu orang dan dari pada orang Tob dua belas ribu orang.

Bilangan 13:21 (IDN) »
Hata, maka berjalanlah mereka itu sambil diintainya negeri dari pada padang Zin sampai ke Rekhob, di tempat orang datang ke Hamat.

Gambaran Umum (2 Samuel 10:8)
Ayat ini berada dalam konteks perang antara Daud dan musuh-musuhnya pada masa pemerintahan raja Israel. Pangeran Amnon, bani Ammon, mempersiapkan bait perangnya di pintu gerbang, sementara aliansi bangsa Syam dari beberapa kota berbaris di padang. Gambaran ini menampilkan perlawanan yang terorganisasi dan penyelarasan strategi antara kedua pihak yang bersekutu melawan Daud, tetapi juga menyiapkan panggung untuk perlawanan yang signifikan dari bangsa Israel sendiri terhadap ancaman di sekeliling mereka.
Pemahaman ayat dalam konteks pasal
Dalam pasal ini, bangsa Ammon berupaya menahan diri dengan posisi di pintu gerbang, sementara bala tentara Syam berdiri di padang bersama tentara Ammon. Ketidakseimbangan geografis ini menggambarkan taktik pertahanan yang berbeda antara pihak lawan, serta kesiapan keduanya untuk menghadapi pasukan Daud. Ayat ini menekankan koordinasi antara benteng-benteng pertahanan manusia sambil tetap menanti langkah Daud yang akan memicu pertempuran penuh.
Inti hikmat rohani
Pelajaran utama ayat ini adalah pentingnya persiapan dan kehendak bersekutu di antara pihak-pihak berkuasa yang menentang kebenaran. Meskipun strategi fisik mereka terlihat teratur, sesungguhnya di balik layar terjadi pertemuan antara kekuatan manusia dan rencana ilahi. Mereka yang menentang rencana Tuhan sering mengandalkan kekuatan hasil persekutuan manusia, padahal kehendak Tuhan tetap berdaulat atas jalannya pertempuran bagi umat-Nya.
Perbandingan dengan bagian lain Alkitab
- 1 Samuel 17 mengilustrasikan bahwa kemenangan tidak selalu datang melalui kekuatan besar, melainkan melalui kepercayaan kepada Tuhan. (referensi umum: Henry, Barnes, Clarke menyebut bahwa kemenangan Allah sering datang lewat tindakan taat meski tampak lemah)
- Ulangan 20 membahas cara perang yang diatur Tuhan, mengingatkan kita bahwa strategi manusia harus tunduk pada arahan ilahi.
Catatan singkat: beberapa penafsir lama menjelaskan bahwa keadaan di pintu gerbang melambangkan perhatian pada akses utama kota, sementara padang menggambarkan wilayah pertempuran terbuka di mana pasukan akan bertemu.
Kait silang Alkitab (cross-references)
Aplikasi praktis
Ringkasan
Ayat ini menggambarkan manusia yang bersiap menghadapi musuh dalam koalisi yang luas, tetapi pengantarannya adalah pengingat bahwa rencana besar Allah sering menguji kepercayaan umat-Nya. Respons yang benar adalah tunduk kepada pimpinan ilahi sambil memanfaatkan hikmat manusia untuk persiapan strategi yang benar.
Catatan kutipan langsung dari penafsir lama (jika ada): Kutipan langsung Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan akan disebutkan secara singkat bila tersedia dalam edisi publik domain. Contoh ringan: "Kemenangan Allah sering datang melalui iman lebih dari kekuatan duniawi" (merujuk ringkas pada tema umum para penafsir lama).