Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36



Bagian yang Mendahului: Setting Sejalan dengan Rencana Sulaiman
2 Tawarikh 2:3 menggambarkan momen awal pelaksanaan proyek besar Raja Sulaiman: permintaan kepada Hiram, raja Tirus, untuk menyediakan kayu aras guna membangun Bait Suci dan rumah kedudukan kerajaan. Ayat ini menunjukkan bagaimana rencana David untuk mendirikan pusat penyembahan Allah diteruskan melalui anaknya, dengan koordinasi antar bangsa yang berperan penting dalam mewujudkan tujuan Allah bagi umat-Nya.
Apa yang dikisahkan teks ini tentang Allah dan iman
Teks ini menegaskan bahwa rencana besar Allah sering melibatkan kerja sama manusia dan bangsa. Allah tidak membangun tanpa umat-Nya bertindak lewat hikmat manusia. Dalam konteks saling memerlukan antara Sulaiman dan Hiram, kelihatan bahwa iman Israel diarahkan kepada Allah yang memelihara janji-Nya melalui sarana manusia. Sulaiman percaya bahwa Allah meneguhkan kerajaan Israel dengan membangun Bait Allah sebagai pusat ibadah, dan dia mencari dukungan praktis dari raja lain yang dipakai Allah dalam membekali pekerjaan suci.
Pemaknaan kata dan gambaran penting
Rangkaian silang referensi terkait
Beberapa tempat Alkitab menyoroti tema kerja sama untuk pembangunan rumah ibadah dan pemeliharaan perjanjian Allah:
Konteks teologi praktis untuk masa kini
Pelajaran utama adalah bahwa perintah Allah sering memerlukan kemitraan manusia yang Allah colokkan pada saat tepat. Iman tidak menolak kerja praktis maupun sumber daya dunia; sebaliknya, iman menggerakkan umat untuk memanfaatkan talenta, harta, dan hubungan dalam cara yang memuliakan Allah. Doa dan hikmat Sulaiman diperlukan untuk memilih mitra kerja yang tepat, dan kesadaran bahwa segala sesuatu adalah bagian dari rencana Allah untuk komunitas-Nya.
Aplikasi praktis untuk jemaat sekarang
Ringkasnya, 2 Tawarikh 2:3 menegaskan bahwa perancangan ibadah sejati melibatkan persetujuan ilahi, persiapan manusia, dan kemitraan lintas bangsa yang dipakai Allah untuk memperluas umat-Nya dan memuliakan nama-Nya di antara bangsa-bangsa.
Catatan kutipan dari para penafsir publik domain
Beberapa nuansa yang sering diangkat: Matthew Henry menekankan kepedulian raja terhadap perlengkapan rumah ibadah sebagai tanda kebesaran rencana Allah; Albert Barnes menyoroti prinsip bahwa kerja sama internasional dapat dipakai Allah untuk tujuan-Nya; Adam Clarke menggarisbawahi bahwa kayu araz melambangkan kemuliaan dan keagungan Allah yang layak bagi tempat ibadah. Keterangan ini membantu memahami bahwa tindakan praktis Sulaiman adalah bagian dari respons iman yang lebih besar terhadap janji Allah. (Penyebutan kutipan ringkas diperlukan jika ada), tanpa menyalin teks panjang secara langsung.