Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36



Interpretive Point: Kepenuhkan jumlah pedagang dan kemakmuran lewat perencanaan raja-raja demi pembangunan Bait Sulaiman
2 Tawarikh 2:17 menyajikan gambaran konkret tentang perundingan dan penghitungan sumber daya, khususnya jumlah para pedagang di dalam negeri Israel. Ayat ini menegaskan bahwa Sulaiman merencanakan dengan teliti untuk mengorganisir pedagang sehingga pekerjaan besar pembangunan Bait Sulaiman bisa berjalan. Angka yang disebutkan menunjukkan kemakmuran, keteraturan, dan kemampuan administrasi kerajaan pada masa itu, yang dihubungkan dengan dukungan ayahanda Daud dan hikmat ilahi yang menuntun rencana raja.
Latar literatur dan konteks sastra
Dalam catatan genealogis dan administrasi 2 Tawarikh, penulis menekankan aspek praktis pemerintahan: pembiayaan, logistik, dan organisasi kerja. Ayat ini mengikuti bagian rencana material Bait dan jaringan perdagangan yang menunjang kebutuhan logistik. Penekanan pada "seturut bilangan Daud" menegaskan kesinambungan garis kepemimpinan dari Daud kepada Sulaiman dan dukungan struktur keluarga raja dalam mewujudkan visi ibadah yang luas.
Signifikansi teologis
Angka dan daftar pedagang tidak sekadar statistik. Mereka mengilustrasikan tanggung jawab manusia dalam menjalankan rencana ilahi melalui disiplin administratif. Kemenangan kerajaan atas tantangan material dipadukan dengan hikmat Tuhan yang menyertai Sulaiman. Ini juga menunjukkan tema perlunya persiapan material untuk pemuliaan Tuhan di tempat ibadah, sebuah prinsip yang berulang dalam kitab-kitab sejarah Israel.
Hubungan dengan ayat-ayat lain
Pertanyaan pewahyuan untuk direnungkan
Rangkuman praktis
Ayat ini menekankan bahwa kemajuan rohani melalui ibadah yang megah (Bait Sulaiman) didukung oleh administrasi yang teliti, jaringan kerja sama, dan kepatuhan pada garis otoritas keluarga kerajaan. Tuhan memberkati melalui perencanaan yang rapi dan kerja sama manusia.
Cross-references singkat
1) 2 Tawarikh 2:1–9 — rincian persiapan material untuk Bait, menyoroti perlunya tenaga kerja, logistik, dan sumber daya. 2) 1 Raja-raja 5–7 — gambaran rinci pembangunan Bait Sulaiman dan hikmat yang menuntun langkah-langkahnya. 3) Amsal 24:27 — ajaran tentang menata pekerjaan luar dan mempersiapkan diri sebelum membangun hal besar bagi Tuhan.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, or Adam Clarke may appear exactly as they are in public-domain works if applicable; no full verse texts are reproduced here.
Kesimpulan: 2 Tawarikh 2:17 menegaskan bahwa kemahakuasaan rencana Kerajaan Israel dalam membangun ibadah dipasangkan dengan disiplin administrasi kepemilikan sumber daya. Itu menunjukkan bagaimana hikmat ilahi bekerja melalui struktur organisasi manusia untuk kemuliaan Tuhan.