Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZefanya 1:9 Tafsiran ayat Alkitab
Zefanya 1:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan pada hari itu juga Aku akan membalas kepada segala orang yang melompat ambang, dan yang memenuhi rumah tuannya dengan gagah dan tipu.
Zefanya 1:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zefanya 1:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Samuel 5:5 (IDN) »
Maka sebab itu segala kahin Dagon dan segala orang lain yang masuk ke dalam kuil Dagon itu, tiada menjejak ambang pintu rumah Dagon yang di Asdod sampai kepada hari ini.

Amos 3:10 (IDN) »
Karena tiada lagi diketahuinya berbuat barang yang betul, demikianlah firman Tuhan; mereka itu yang mengumpulkan harta benda dalam maligainya dengan pengagah dan perampas.

1 Samuel 2:15 (IDN) »
Bahkan, dahulu dari pada dinyalakan lemak itu, datanglah hamba imam sambil katanya kepada orang yang mempersembahkan korban: Berikanlah daging ini akan digoreng bagi imam, karena tiada ia mau menerima dari padamu daging rebus, melainkan yang mentah sahaja.
Zefanya 1:9 (IDN)
Pengantar konteks segera: Zefanya menulis pada masa ancaman nubuat atas Yehuda karena kefasikan, terutama penghancuran ritual palsu dan kemunafikan. Ayat ini fokus pada hari kemurkaan Tuhan terhadap mereka yang melompati ambang rumah tuannya—membongkar batas-batas moral dan menipu demi kesombongan. Pasal ini menuntun pembaca pada pengakuan bahwa Tuhan melihat segala sesuatu, termasuk tindakan yang tampak “aman” secara sosial namun jauh dari kebenaran hati.
Apa yang diungkap ayat ini tentang Allah dan iman
Tuhan tidak hanya menilai tindakan kejahatan besar seperti penyembahan berhala atau perampokan; Dia juga menghukum sikap-sikap hipokrit dan tipu muslihat dalam rumah tangga dan otoritas. "Melompat ambang" dan "menghuni rumah tuannya dengan gagah dan tipu" menunjuk pada kebijakan manusia yang menonjolkan kebanggaan, kemunafikan, dan tipu daya untuk mempertahankan gambar luar. Allah menilai integritas hati lebih dulu, dan Dia berjanji membalas setiap tindakan yang menipu demi kekuasaan dan kemegahan duniawi.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rujukan terkait dalam Alkitab
Beberapa ayat menyiratkan tema keadilan Tuhan terhadap penipuan dan penyalahgunaan posisi kekuasaan. Misalnya: - Ulangan 32:4 membangkitkan keadilan Allah yang tidak menipu dan memiliki perbuatan yang benar. - Amsal 21:3 menekankan bahwa melakukan apa yang adil dan benar lebih disukai daripada korban. - Mik 6:12 menyinggung orang-orang kaya yang berbuat tipu untuk menutupi dosa.
Catatan: ayat-ayat silang ini menawarkan kerangka bahwa Allah menilai tidak hanya tindakan publik tetapi juga motif hati dan struktur sosial yang menindas.
Kaitan teologi tempo sekarang
Ayat ini mengingatkan jemaat bahwa integritas pribadi dan keadilan sosial memiliki hubungan erat. Dalam masa konflik budaya dan kekuasaan, Allah menuntut kejujuran: tidak ada tempat bagi penipuan yang menumpuk kekuasaan atau menghancurkan orang lemah. Keyakinan bahwa “orang benar hidup oleh iman” menuntun kita untuk menilai tindakan kita sendiri—apakah kita membangun reputasi dengan kejujuran atau menutupi kekurangan dengan tipu daya.
Aplikasi praktis bagi masa kini
Pesan penutup
Tuhan memperingatkan tentang hari pembalasan bagi mereka yang hidup dalam kemunafikan—menonjolkan kekuasaan sambil menindas orang lain. Hikmat firman mengarahkan kita pada hidup yang terbuka di hadapan Allah, dengan integritas yang tidak bergantung pada kepalsuan status atau kekayaan.
Beberapa kutipan pendek dari tokoh tafsir publik-domain terkait bagian ini: "Kejujuran adalah dasar keadilan" (parafrase dari pandangan umum Henry/Barnes/Clarke tentang integritas). Kutipan spesifik tidak disalin secara panjang karena teks asli tidak disediakan di sini.