Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZefanya 1:4 Tafsiran ayat Alkitab
Zefanya 1:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan Aku akan mengedangkan tangan-Ku kepada Yehuda dan kepada segala orang isi Yeruzalem; dan Aku akan menumpas dari dalam tempat ini segala sisa Baal dan nama Kemarim serta dengan segala kahinnya;
Zefanya 1:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zefanya 1:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hosea 10:5 (IDN) »
Dari karena lembu muda di Bait-Awen maka kepicikanlah segala orang isi Samaria; sebab ia itu sudah dibawa lalu dari padanya, meskipun bangsanya meratapi dia meskipun segala imamnya berarak kelilingnya dengan kemuliaan.

2 Raja-raja 23:4 (IDN) »
Maka titah baginda kepada imam besar Hilkia dan segala imam dari pada martabat yang kedua dan segala penunggu pintu, disuruhnya keluarkan dari dalam kaabah Tuhan segala perkakasan yang telah diperbuat akan Baal dan patung hutan dan akan segala tentara di langit, lalu dibakarnya habis akan semuanya itu di luar Yeruzalem di lembah Kideron, maka abunya disuruhnya bawa lalu ke Bait-el.

2 Raja-raja 21:13 (IDN) »
Dan Aku akan mengenakan kepada Yeruzalem tali pengukur Samaria dan benang arang orang isi istana Akhab dan Aku akan menyapu Yeruzalem seperti orang menyapu pinggan, yaitu setelah sudah disapu cemarnya, dibalik belah pula akan dia.
Zefanya 1:4 (IDN) – Pengedangan tangan Tuhan atas penyembahan berhala secara keseluruhan
Inti interpretatif: Ayat ini menegaskan tindakan tegas Tuhan terhadap segala bentuk penyembahan berhala di Yehuda dan Yerusalem, termasuk sisa Baal, nama Kemarim, dan para kahin. Dalam konteks keseluruhan kitab Zefanya, teguran ini menunjukkan bahwa Tuhan menilai ketidaksetiaan umat-Nya secara menyeluruh—bukan hanya pada praktik-praktik tertentu, melainkan pada sistem penyembahan yang telah menyimpang dari jalan-Nya.
1) Konteks sastra
Pasal 1 berpusat pada hari Tuhan yang mendesak dan sumpah penghukuman yang akan datang karena kemerosotan spiritual di Israel utara maupun Yehuda. Zefanya memperlihatkan bagaimana Tuhan melihat segala bentuk kemunafikan ibadah—baik yang tampak religius maupun praktik-praktik lain yang menyimpang dari perjanjian-Nya. Ayat 4 menegaskan bahwa tindakan-Nya bersifat menyeluruh: tangan-Nya akan dijongkokkan tidak hanya pada umat umum, tetapi juga pada elemen-elemen penyimpangan yang paling dekat secara ritual.
2) Tinjauan kata kunci dan makna teologis
3) Signifikansi teologis
Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan memandang kemurtadan tidak hanya sebagai pelanggaran ritual, tetapi sebagai perusakan identitas umat-Nya sebagai umat pilihan. Penghakiman yang dibawa-Nya berimbang antara kasih dan keadilan: Tuhan menginginkan umat-Nya hidup dalam ketaatan yang sesungguhnya kepada-Nya. Dalam konteks Perjanjian, tindakan ini juga menegaskan bahwa hukum Tuhan menuntut kesetiaan total, bukan sinisme sintetik berupa ibadah yang lantas menutupi ketidaktaatan di luar ritual.
4) Perbandingan lintas Kitab Suci
Beberapa rujukan menunjukkan pola serupa: Allah yang menghukum penyembahan berhala sambil memanggil umat-Nya untuk kembali kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Anda dapat membayangkan prinsip-prinsip ini ketika nabi-nabi menyuarakan perlunya kemurnian ibadah dan penolakan terhadap sinisme religius yang melacak diri menuju budaya penyembahan yang tidak setia.
Rujukan singkat:
5) Pertanyaan refleksi
6) Kesimpulan singkat
Tuhan tidak membedakan antara Allah yang disembah dengan cara yang murni dan sistem religi yang tidak sejalan dengan firman-Nya. Ayat ini menyerukan penyucian terpadu: memurnikan ibadah dari segala penyimpangan dan meneguhkan kembali kemerdekaan umat-Nya dalam memikul identitas perjanjian di hadapan-Nya. Pengalaman umat Tuhan pada masa itu menjadi cermin bagi kita, bahwa keutuhan hidup rohani meliputi hati, tindakan, dan struktur ibadah yang benar di hadapan Tuhan.
Cross-references dan keterkaitan singkat
Catatan: Kutipan berurutan dari para komentator publik domain diperkenankan jika ada kutipan langsung yang relevan. Dalam rencana ini, tidak ada kutipan langsung yang tertera dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang spesifik diselipkan di bagian ini. Namun, prinsip umum mereka tentang kekudusan ibadah dan kebutuhan hati yang setia menjadi dasar interpretasi penyajian bagian ini.